Pertemuan itu diawali dengan perkenalan, sambil tersenyum kupersilakan mereka duduk. Lalu kutanya keluhannya, mendiagnosa, membuat perencanaan perawatan, dan akhirnya mulai merawat berusaha sesuai prosedur. Tahap demi tahap kulakukan sebaik mungkin, semampuku, dan kubuat laporannya. Di akhir perawatan, ketika semua tahap telah selesai, kutanyakan kembali keluhannya, perasaannya, dan sebagainya. Aku tak peduli asal-usul mereka, status mereka, atau apapun yang berhubungan dengan kasta. Dan ketika mereka mengatakan tak ada keluhan, kemudian memberikan senyuman dan berucap terima kasih setulus hati, Oh Tuhan, kusadari sesungguhnya keberhasilan dari semua pelayanan, perawatan yang kuberikan hanyalah mendapatkan senyuman itu. Senyuman itu. Setulusnya. Itu saja. I wish I can do it...
Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali
Tampilkan postingan dengan label senyuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyuman. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Desember 2013
Selasa, 23 April 2013
Terkadang manusia...
Terkadang manusia lupa bahwa setiap kehidupan dan kematian sudah diatur oleh penciptanya.
Terkadang manusia lupa bahwa apapun yang mereka lakukan selalu tak pernah lepas dari Penglihatan-Nya.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap diri dianugerahi kelebihan dan kekurangan. Mereka selalu menganggap diri paling benar dan yang lain salah.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap usaha tak pernah luput dari Pengawasan-Nya.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap Penciptaan-Nya tak pernah berakhir sia-sia.
Sebenarnya, jika kita mau memahami, hiduplah secara sederhana, apa adanya, tak perlu memaksakan diri sempurna agar bisa dinilai oleh orang lain, membuat pencitraan agar orang lain bersimpati, tak perlu berlebihan, nikmatilah hidup secara wajar.
Sebenarnya, jika kita mau mengerti, nikmatilah hidup secara sederhana, apa adanya, tak perlu memaksakan kehendak atau mengharap bahwa orang lain akan memahami dan mengikuti aturan kita. Abah bilang, kehidupan itu plural, ada banyak warna yang tidak mungkin bisa kita paksakan menjadi satu agar terbentuk harmoni. Biarkan warna kita berbeda, karena dengan berbeda itulah kita menjadi sempurna... Amah bilang, setiap manusia tak ada yang sama pemikirannya. Teguhlah pada alurmu jika kau yakin bahwa dia adalah benar. Tapi bukan berarti kau mengabaikan alur lainnya. Perhatikan sekitarmu dan pikirkanlah. Tak perlu berharap agar orang lain mengerti dan mengikutimu, biarkan saja, karena di akhir waktu kita akan tau dimana alur sebenarnya harus kita tuju.
Dinginnya pagi ini memaksaku untuk berpikir tentang hari-hari yang telah terlewati. Aku mensyukuri kehidupanku saat ini. Menikmati hidup, dalam kesendirian, dan berharap bahwa Tuhan akan selalu bersamaku hingga akhir waktu. Aku meyakini bahwa Pemberian Tuhan takkan pernah putus padaku. Aku meyakini bahwa mereka yang menyayangiku selalu mengharapkan kebaikanku. Aku meyakini bahwa di setiap sujud, di setiap langkah, di setiap kedipan mata, di setiap helaan napas, di setiap gerak, di setiap pemikiran, di setiap goresan, tak pernah luput dari Campur Tangan-Nya. Aku mensyukuri apapun yang aku punya hingga saat ini. Aku mensyukuri segala hal yang aku alami selama ini. Aku mensyukuri setiap detik kesempatan yang Tuhan berikan hingga aku bisa melewati banyak hal dengan senyuman.
Kesabaran adalah kunci yang menjaga kita agar terus bertahan.
Ya ALLAH, terima kasih untuk Berkah-Mu selama ini.
Amah, terima kasih untuk setiap doa yang selalu kau hantarkan.
Abah, terima kasih untuk kebijakan yang selalu menyertakan langkahku.
Alhamdulillah...
Allahu Akbar...
Subhanallah... Alhamdulillah... Laailahaillallah... Allahu Akbar...
Terkadang manusia lupa bahwa apapun yang mereka lakukan selalu tak pernah lepas dari Penglihatan-Nya.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap diri dianugerahi kelebihan dan kekurangan. Mereka selalu menganggap diri paling benar dan yang lain salah.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap usaha tak pernah luput dari Pengawasan-Nya.
Terkadang manusia lupa bahwa setiap Penciptaan-Nya tak pernah berakhir sia-sia.
Sebenarnya, jika kita mau memahami, hiduplah secara sederhana, apa adanya, tak perlu memaksakan diri sempurna agar bisa dinilai oleh orang lain, membuat pencitraan agar orang lain bersimpati, tak perlu berlebihan, nikmatilah hidup secara wajar.
Sebenarnya, jika kita mau mengerti, nikmatilah hidup secara sederhana, apa adanya, tak perlu memaksakan kehendak atau mengharap bahwa orang lain akan memahami dan mengikuti aturan kita. Abah bilang, kehidupan itu plural, ada banyak warna yang tidak mungkin bisa kita paksakan menjadi satu agar terbentuk harmoni. Biarkan warna kita berbeda, karena dengan berbeda itulah kita menjadi sempurna... Amah bilang, setiap manusia tak ada yang sama pemikirannya. Teguhlah pada alurmu jika kau yakin bahwa dia adalah benar. Tapi bukan berarti kau mengabaikan alur lainnya. Perhatikan sekitarmu dan pikirkanlah. Tak perlu berharap agar orang lain mengerti dan mengikutimu, biarkan saja, karena di akhir waktu kita akan tau dimana alur sebenarnya harus kita tuju.
Dinginnya pagi ini memaksaku untuk berpikir tentang hari-hari yang telah terlewati. Aku mensyukuri kehidupanku saat ini. Menikmati hidup, dalam kesendirian, dan berharap bahwa Tuhan akan selalu bersamaku hingga akhir waktu. Aku meyakini bahwa Pemberian Tuhan takkan pernah putus padaku. Aku meyakini bahwa mereka yang menyayangiku selalu mengharapkan kebaikanku. Aku meyakini bahwa di setiap sujud, di setiap langkah, di setiap kedipan mata, di setiap helaan napas, di setiap gerak, di setiap pemikiran, di setiap goresan, tak pernah luput dari Campur Tangan-Nya. Aku mensyukuri apapun yang aku punya hingga saat ini. Aku mensyukuri segala hal yang aku alami selama ini. Aku mensyukuri setiap detik kesempatan yang Tuhan berikan hingga aku bisa melewati banyak hal dengan senyuman.
Kesabaran adalah kunci yang menjaga kita agar terus bertahan.
Ya ALLAH, terima kasih untuk Berkah-Mu selama ini.
Amah, terima kasih untuk setiap doa yang selalu kau hantarkan.
Abah, terima kasih untuk kebijakan yang selalu menyertakan langkahku.
Alhamdulillah...
Allahu Akbar...
Subhanallah... Alhamdulillah... Laailahaillallah... Allahu Akbar...
Langganan:
Postingan (Atom)