Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas?
Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar?
Jika setiap doa kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar?

Seseorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata.
Seseorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seseorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit.
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar tentang keikhlasan.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan.
Ketika kamu merasa lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan.
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurahan hati.
Tetap semangat...
Tetap sabar...
Tetap tersenyum...
Karena kamu sedang menimba ilmu di universitas kehidupan.
Tuhan menaruhmu di 'tempatmu' yang sekarang bukan karena kebetulan.
Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.

(Disadur dari buku "Sepatu Dahlan Iskan") 

Selasa, 14 Juni 2011

Motivasi Diri

Kapan lagi kita dapat membalas segala jasa orang tua kita kalau bukan dengan belajar, bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Bukankah mereka membiayai sekolah kita dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi seiring dengan menaruh harapan agar kita bisa seperti bahkan lebih dari mereka? Mungkin saat ini kamu malas belajar. Gak hanya belajar, lihat buku-buku menumpuk di hadapanmu saja mungkin sudah muak. Tapi aku di sini mencoba memberi sedikit motivasi tentang betapa pentingnya dan berharganya peran orang tua kita dalam hidup kita selama ini. Tidakkah kamu hendak membayar semuanya, atau sedikit saja dari sekian jasa mereka, sebagai rasa abdi dan kasih sayang kita kepada mereka? Tidakkah kamu merasa kasihan pada mereka yang bekerja membanting tulang hanya agar dapat menyekolahkan kamu hingga saat ini? Tidakkah kamu membayangkan betapa sulitnya pikiran mereka, rumitnya rencana mereka untuk hidup kita??? Ataukah sekarang kamu sudah merasa telah tidak membutuhkan mereka hingga kalian telah melupakan mereka???
Naudzubillah...
Ayolah, teman, raihlah ilmu, gapai cita-citamu, wujudkan mimpi-mimpi mereka yang sempat tertunda!!! Ini demi kamu, dia, dan tentu saja mereka yang selalu mencintai dan mendoakanmu dalam sujudnya, kedua orang tuamu.
Apakah kita akan terus-menerus bergantung pada mereka hingga kita menua? Tidak! Pasti akan ada waktu dimana kita akan berjalan sendiri tanpa mereka. Pasti akan ada waktu dimana mereka tak bisa mengiringi kita. Pasti akan ada waktu dimana hanya ada kamu dan duniamu.
Inilah saatnya bagi aku dan kamu untuk memulai, mencoba memotivasi diri sendiri bahwa 'aku mencintai ibu-bapakku, maka aku harus berjuang untuk kebahagiaanku dan tentu saja juga mereka. Inilah hidupku, jalanku, demi ibu-bapakku, akan aku lakukan. Demi kebahagiaan mereka, akan aku wujudkan. Segalanya untukmu ibu-bapak...'
Belum ada kata terlambat untuk mencoba. Aku pun masih berusaha untuk melakukannya. Kamu pun pasti bisa.
Go, fighting, Friends. Wanna be...

^_^