Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Kajian Islam: Hijrah

By: Ressa Rere dan Ryan Qori'

Moslem identity; mengajak saudaranya sesama muslim dalam hal kebaikan dengan cara yang baik. Mereka tidak memaksakan, melainkan mendoakan dan mencontohkan.

Jika kita terus berbuat baik di jalan Allah, maka Allah akan memudahkan langkah kita menuju jalan kebaikan itu.

Proses berhijrah adalah menuju Islam yang lebih baik. Dalam prosesnya, selalu ada ujian-ujian yang Allah maksudkan untuk menaikkan level keimanan kita di hadapan-Nya. Hijrah bukan karena ingin dinilai oleh manusia, bukan agar dipandang baik oleh manusia, melainkan karena Allah. Think again! Apa niat kita berhijrah? Karena manusia kah? Atau karena Allah?

Bagaimana bisa kita mendapatkan jodoh terbaik jika niat kita memperbaiki diri hanya karena manusia/bukan karena Allah, padahal Allahlah yang Maha Memiliki Hati?

Ketika melihat sesuatu yang salah dan kita hendak menasihati, pertanyaannya adalah, ikhlaskah kita memberikan nasihat? Cara yang tepat untuk menasihati; 1) Mendoakan, 2) Menyampaikan dengan perlahan-lahan dan sembunyi-sembunyi.

Ketika kita menemukan jodoh yang tepat, mungkin saja Allah memberikan tanda dengan cara; 1) Menjadikan kita lebih semangat untuk berubah ke arah yang positif, 2) Allah mudahkan jalan menuju kebaikan.

Sebisa mungkin, hindari ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan bukan mahram). Melakukan komunikasi seperlunya, sewajarnya. Ikhtilat hanya diperbolehkan dalam empat hal; pendidikan, kesehatan, perniagaan, pemerintahan.

Wallohua'lam bisshowab.

Semoga menjadi setitik cahaya yang mencerahkan. :)

#YukBerhijrah
#Hamasah

Senin, 27 Februari 2017

Kajian Islam: Belajar Ilmu Agama

By: Ust. Syafieq Riza Basalamah 
 
Keuntungan belajar agama; 1) Allah mudahkan kita menuju surga, 2) Allah limpahkan segala kebaikan.
 
Semesta pun senantiasa mendoakan orang-orang yang berbuat kebaikan.
 
Beberapa hal yang membantu kita untuk istiqomah; 1) Rutin baca Quran, 2) Menghadiri majelis ilmu, 3) Pelajari ilmu, 4) Perbanyak amalan dzikir, 5) Membaca perjalanan hidup Rasulullah dan meneladaninya, 6) Berkumpul dengan orang-orang shalih, 7) Ziarah kubur, mengingatkan kita tentang kematian, 8) Meminimalisir waktu yang sia-sia dan memperbanyak waktu untuk beramal shalih.
 
Memohon pertolongan pada Allah dengan sabar dan shalat.
 
Bagaimana cara menjaga hati? 1) Menjaga pandangan, 2) Menjaga pendengaran.
 
Ketika kita melakukan satu dosa, maka akan ada satu noktah dalam hati. Perbanyak istighfar, karena istighfar dapat menghapus noktah-noktah tersebut. 
 
Urusan dunia hanya jembatan. Ketika kita mati, semuanya akan ditinggalkan. Jadikan urusan akhirat sebagai ambisi. 

Wallohua'lam bisshowab.

Semoga bisa menjadi setitik cahaya yang mencerahkan. :)

#YukBerhijrah
#Hamasah 

Kamis, 23 Februari 2017

Tentang Hari Ini

Masa lalu yang buruk tidak mungkin bisa dilupakan, tapi hanya bisa diterima sebagai fakta yang telah menjadikan Anda pribadi yang lebih baik hari ini. 

Bukan masa lalu yang menentukan kebaikan masa depan Anda, tapi kebaikan yang Anda lakukan hari ini. 

Selama masih ada kesempatan untuk melakukan kebaikan, lakukanlah.
Karena, menunda kebaikan adalah membesarkan keburukan. 

Tandanya?
Kegelisahan. 

Kegelisahan adalah tanda bahwa keburukan sedang tumbuh menjadi lebih kuat daripada kebaikan di dalam diri kita. 

Jadi, apa yang akan Anda lakukan hari ini? 

~Mario Teguh

Minggu, 29 Januari 2017

Menanti dalam Taat

Taat itu berarti patuh. Patuh terhadap apa? Terhadap aturan Allah. Taat dalam hal apa? Taat dalam hal niat, yaitu niatnya benar. Taat dalam proses, yaitu caranya benar. 

Dalam memilih pasangan atau menanti jodoh atau hendak menikah, coba dipertimbangkan lagi soal:
-Niat atau motivasi menikah itu apa?
-Kriteria jodoh idaman yang seperti apa? 

Sebaik-baik kriteria adalah yang baik agamanya. 

Menentukan kriteria jodoh bukan karena ambisi. 

Ketika menentukan niat menikah, hati-hati terhadap lintasan pikiran. 

Perbaiki hubungan dengan Allah, jalin hubungan yang baik dengan Allah, baru ikhtiar. Ikhtiar itu tidak pernah berbanding lurus dengan hasil. Tanpa melibatkan Allah, ikhtiar 100% hanya bisa memberikan hasil 20% saja maksimal. 

Perbanyak istighfar. 

Perbaiki hubungan/menjaga hubungan baik dengan orang tua, buat mereka merasakan bahwa kita mencintai mereka, maka Allah akan bukakan rahmat-Nya untuk kita, sehingga semua yang kita mau bisa saja Allah berikan, termasuk soal jodoh. 

:)


Selasa, 13 Desember 2016

Cerita tentang Hidup

Hidup itu belajar. Belajar itu hidup.

Tuhan adalah Sang Maha Pembuat skenario terbaik. Cerita tentang hidup, baik suka maupun duka, sudah Dia buat sedemikian rupa dengan sangat apik. Jadi, tak perlulah kita memaksakan jalan ceritanya menjadi sesuai keinginan kita karena pasti itu hanya akan membuat kita kecewa jadinya.

Tuhan selalu mempunyai rencana terbaik tentang segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita. Jika yang terjadi saat ini adalah memang demikian, maka itulah yang terbaik menurut Tuhan. Setidaknya kita telah mencoba, ridho dengan ketetapan-Nya, dengan jalan cerita yang sudah Dia buat. 

Iya sudahlah. Pelan-pelan saja. Meskipun harus dengan merangkak pun karena saking beratnya melangkah, no matter. Tuhan selalu menyertai. InsyaAllah.

Belajar untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah. Kau pun demikian? Bersabarlah. Tenanglah. Fokus pada apa yang menjadi prioritasmu saat ini.

Akan selalu ada sahabat terbaik, yang senantiasa mendukung setiap usaha baikmu, menjaga harapan baikmu. Sahabat terbaik yang senantiasa hadir dalam setiap suka dan dukamu. Yakin, Tuhan memberi kita masalah, agar kita menjadikannya pelajaran, menjadikan kita lebih dewasa dan bijaksana. Dia pun tak lupa menyertakannya dengan solusi di waktu yang sama pula, hanya saja kita tak menyadarinya. Waktu, adalah obat terbaik untuk mengenang, melupakan, mengobati setiap luka, gundah, dan duka.

We share, we can..

Kesedihan hari ini | bisa saja jadi bahagia esok hari | Walau kadang kenyataan | tak selalu seperti apa yang diinginkan | Kan kuikhlaskan segalanya | Keyakinan ini membuatku bertahan | Hidup yang kujalani, masalah yang kuhadapi | Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya | Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi | Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah

Semangat, sahabatku.. Tuhan selalu bersama kita di setiap langkah, di setiap waktu. Mungkin saja tanpa sadar kita telah menjauh dari-Nya, tapi Tuhan sekejap pun takkan pernah meninggalkan kita. Yuk, kembali ke Jalan-Nya. Saling mengingatkan, saling menguatkan. Semoga Tuhan senantiasa memberi Rahmat untukmu dan aku. Aaamiiin.

:)

Kamis, 08 Desember 2016

Tentang Seorang Kawan

Tuhan selalu memiliki alasan terbaik mengapa Dia mempersatukan kita dalam sebuah ukhuwah.

Bagaimanapun, sejauh apapun jarak, selama apapun waktu yang membatasi kita, secanggung apapun hubungan kita nantinya, jangan pernah berubah. Saling membagi kabar, saling menguatkan, saling membagi kisah dan inspirasi.

Dalam hidup, cerita tentang pertemuan dan perpisahan adalah warna. Tuhan telah mempertemukan kita. Dia pula yang memisahkan. Jadikan setiap kebersamaan kita sebagai satu rangkaian cerita, kenangan, masa lalu, yang menjadi pelajaran berharga untuk menata masa depan yang lebih baik.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.
Terima kasih telah menjadi salah satu inspirasi dan motivasi.
Terima kasih telah memberiku senyuman hangat, semangat, harapan, menjadi setitik cahaya yang mencerahkan.
Terima kasih telah menerimaku dengan sederhana.
Aku mencintaimu karena Allah.
Semua tentang kita sungguh berkesan.

Senyum, sapa, salam hangat, dari seorang kawan.

:)

Jumat, 29 April 2016

Kawan, Kau adalah Inspirasi!

Kita memulai perjalanan ini bersama.

Dulu kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya ini, tentang getirnya hidup, tentang sulitnya mencapai titik yang kita harapkan, berbagi cerita tentang kita dan mereka.

Dulu kita pernah sepakat untuk menyelesaikan ini bersama, hingga pada satu masa kutemukan titik jenuh yang membuat kita terpisah beberapa jarak.
Sementara kau terus melangkah maju dengan sisa harap yang kau punya.

Kini kau telah mencapai titik itu.
Kau telah berhasil menaklukan semua tantangan itu.
Kini kau telah menikmati hasil jerih payahmu selama ini.
Dan kini kau miliki babak baru dalam hidupmu.
Selamat atas pencapaianmu.
Kau adalah pemenang.

Dan aku, biarkanku menjadikanmu sebagai inspirasi.
Bagiku kau adalah motivasi.
Aku tahu kita akan menyelesaikannya, cepat atau lambat, jika kita pantang menyerah.
Kau telah menunjukkannya padaku.
Kau telah buktikan kata-kata itu.
Kini adalah masaku,
berjalan selangkah demi selangkah untuk menyusulmu,
mengikuti jalan kemenanganmu.

:')

Minggu, 17 April 2016

Sajak Kehidupan #4

Ada yang datang, ada juga yang pergi.
Setiap dari mereka menjadi motivasi untukku melangkah maju. 
Perjalanan mendaki terlampaui satu dua kaki, lalu terjerambab beberapa kaki di bawahnya. 
Kini satu per satu mereka telah pergi dan aku masih saja diam di titik yang sama (lagi). 
Mereka adalah penyemangat. 
Mereka adalah motivasi. 
Akan tetapi esok mungkin mereka sudah tak ada lagi. 
Lalu, dimana aku bisa menemukan pengganti?


Sabtu, 03 Oktober 2015

Warna Hidup

Semua tujuan selalu dimulai dari titik nol. Hanya saja, setiap orang memiliki motivasi dan caranya sendiri untuk mencapai tujuan itu.

Semua orang berhak atas keberhasilannya mencapai suatu tujuan. Pun, dengan jalan ceritanya yang berbeda. Baik segera maupun tertunda.

Tiap persinggahan ada ribuan kenangan | perjalanan ini tak akan pernah tergantikan|

Jumat, 21 Desember 2012

Share: Hiburlah Jiwamu

oleh: Ust. Akhmad Arqom

"Perjalananmu jauh, engkau selalu membutuhkan kenyamanan sepanjang waktu, oleh karenanya hibur dan segarkan selalu jiwamu."

Engkau mungkin merasa sepi sendiri, karena jauh dari orang-orang yang mencintai dan menyayangimu...

Janganlah kau biarkan kesepian itu semakin menyedihkanmu... Segeralah basahi dirimu dengan air wudhu... lalu tenggelamkan dirimu dalam ruku' dan sujud panjang pada TUHANmu, sebab hanya DIA yang bisa menemani, menenangkan, dan kembali menyegarkan jiwamu tanpa pernah terputus dengan waktu...

Engkau mungkin merasa lelaaaaaah sekali karena hari-harimu terasa begitu panjang kau jalani demi mewujudkan mimpi besar hidupmu... sementara tenaga dalam dirimu serasa tidak lagi memadai membantumu melangkah berjuang...

Jangan biarkan kelemahanmu itu semakin terus menggerus tenaga hidupmu... segeralah lipat gandakan kekuatanmu kembali bersama lantunan tenang dan khusyu' nama-nama dan ayat-ayat TUHANmu yang kau ucapkan dari lisan, pikiran, perasaan, dan hatimu dengan memelas tulus meminta kembali kesegaran dan kekokohan dari TUHAN mu...

Engkau mungkin tiba-tiba merasa takut dan ingin rasanya waktu bisa kau hentikan putarannya... sebab sepertinya bekal menghadap TUHANmu tidak cukup banyak kau kumpulkan dari waktu ke waktu

Itu sesungguhnya perasaan semua saudara-saudaramu, karena semakin insyaf oleh berlalunya waktu yang tidak banyak diisi dengan bekal untuk bertemu dan betanggung jawab di hadapan SANG PEMILIK HIDUP kelak di akhir waktu...

Masih ada waktu untukmu... Segeralah berketetapan hati dan teguhkan dirimu untuk memperbaiki jalan hidupmu agar bisa lurus kembali seperti kehendak TUHANmu... Semoga kelak, saat ruh terlepas dari jasadmu, engkau bisa menutup hidup dengan kalimat tauhidmu.

Kalau engkau memasuki masjid, rumah ruku' sujudmu, jangan engkau tergesa-gesa menyudahi ibadahmu.

Jadilah engkau orang terakhir yang keluar dari masjidmu itu, karena engkau berlama-lama memuas-muaskan dirimu menghibur jiwamu dengan nikmat dan lezatnya ibadahmu pada TUHANmu.

Minggu, 25 November 2012

Motivasi dan Doa

"Tuhan tak pernah tidur, Tuhan tak pernah menghilang. Tuhan selalu ada bahkan tak sedikit pun berjarak dengan hamba-Nya. Tuhan tak pernah pergi, walau langkah kaki kita terlalu sering meninggalkannya. Ia tak pernah lupa menolong kita sekali pun khilaf memenuhi sikap dan tingkah laku kita. Ia ada bagi hamba-hamba-Nya yang percaya. Ia dekat dalam tiap sujud dan doa-doa.” (Andi Arsyil Rahman Putra) 

“Sebuah ucapan adalah jembatan menuju impian. Mimpi adalah 50 persen ketika diucapkan, berubah menjadi 70 persen ketika dituliskan, dan bertambah penuh menjadi 100 persen ketika diiringi dengan doa dan kesungguhan.” (Rosmaya Hadi) 

“Aku sendiri tak tahu harus bagaimana mendefinisikan sebuah kesuksesan. Karena bagiku harta bukan ukuran sebab menempati posisi sebagai yang memberi (tangan di atas) dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain adalah definisi kesuksesan yang jauh lebih penting.” (Rosmaya Hadi)

“Jika kita merasa tidak memiliki hal yang berharga lagi dalam kehidupan ini, ketahuilah kita selalu memiliki karunia berharga pemberian Tuhan.” (Andi Arsyil Rahman Putra)

“Sang penggenggam harapan memiliki mimpi yang mereka perjuangkan…
Sang penggenggam harapan akan hidup dengn impiannya bukan hidup dalam impian.
Sang penggenggam harapan meyakini akan sebuah takdir yang baik dan buruk…
Dan setiap manusia memiliki hasrat dan mimpi, tetapi keinginan dan kehendaknya mengikuti keinginan dan kehendak Tuhannya.
Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini…
Hanya satu tabir yang mampu mengubahnya dengan harapan, yang dibalut dengan cinta yang diiringi dengan doa dan usaha.” (Andi Arsyil Rahman Putra)

Bismillahirrohmanirrohim…
Ya Tuhanku, aku sang pendoa yang merintih di antara lafal doa yang terlalu banyak terpatah kata. Aku pendoa yang mendoa tertatih pada agung asma-Mu yang indah, meretas dalam sukma, hingga kelu lidah terpana cinta yang begitu nyata. Basuh aku dengan ampunan-Mu yang Maha Agung dan Sempurna, hingga luruh segala khilaf dan salah…
Ya Tuhanku, aku pendoa yang merangkai impian bertemu dengan-Mu dalam dekapan paling hangat, hingga kutahu ke mana harus menjual nyawa, maka tamatkanlah riwayatku dalam keagungan nyata karena membela sebuah asa meninggikan kalimat-kalimat-Mu, tercatat dalam kitab-Mu sebagai hamba taat yang mengais ridho-Mu…
Tuhanku, aku pendoa yang duduk membisu di balik fajar singgasana-Mu, yang mengharap permohonanku Kau ijabah pada satu titik temu, maka kabulkanlah ya Tuhan, tegaskan asaku dalam istighfar, dan beri aku segenggam kekuatan dalam tasbih yang kulantunkan…
Aamiin ya Robbala’lamin… 

Wahai pengabul pinta, aku hamba kecil-Mu yang berjalan tak tentu arah jika tanpa petunjuk-Mu, aku hanya berkhayal tanpa aturan dan bermimpi tanpa bimbingan…
Wahai pengijabah harap, aku hamba kecil-Mu yang mendayung perahu sampan di atas lautan gelombang, yang tanpa pertolongan-Mu sudah terhanyut dan terseret ombak ke samudra paling dalam…
Perkenankanlah aku meminta, di antara fajar pagi yang penuh harap dan cinta.
Perkenankanlah aku mengiba, di antara rinai hujan yang Kau turunkan sebagai karunia di atas cahaya, dan ijinkan aku memilikinya, walau sedikit saja, untuk kusimpan, dan kujadikan pegangan…
Wahai pewujud impian, dalam renungku, aku berharap Kau dengar pintaku, meraba bahagia agar tak jauh dariku, memohon belas agar apa pun cobaan yang Kau ujikan dapat kulalui tanpa letih kepayahan…
Tuhanku, seketika aku mengetuk harap, bersimpuh di pintu-Mu, terus menengadah, tanpa sekali pun mampu berpaling dari cinta-Mu…
Aamiin ya mujiibudda’waat wa qaadiyah haajat...

Wahai yang Maha Penyayang,
Terima kasih untuk semua saying yang Engkau ciptakan di antara hidup yang keras dan terjal.
Terima kasih karena telah memberikan semua ini dalam hidup kami.
Terima kasih untuk keluarga yang hangat, untuk sahabat-sahabat yang hebat, untuk teman-teman yang baik, untuk semua kasih saying yang tak pernah berhenti Engkau nyatakan meski berulang kali kusakiti dan kukhianati...

Wahai yang Maha Kuasa,
Hadirkanlah senantiasa kebesaran-Mu pada langitku, hingga kumiliki langit hati yang jauh lebih hidup dari yang pernah kulihat dalam lukisan-lukisanku, yang penuh dengan kecintaan dan rasa syukur pada-Mu, yang penuh dengan pemujaan dan pengharapan hanya pada-Mu, maka apalah yang dapat kulakukan selain meminta-Mu menjadikannya milikku, untuk hidup dan matiku, untuk dunia dan akhiratku...

Wahai yang Maha Tahu,
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi-Mu. Sesuangguhnya Engkau Maha Pemberi karunia. Ampunilah segala dosa kami yangs erring mendzalimi diri kami sendiri...

Wahai yang Maha Pengampun,
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia kami yang tersembunyi dan amal perbuatan kami, Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu maka terimalah ratapan kami, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dengan Nur (Cahaya-Mu), kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, ilmu bermanfaat, rejeki yang berkah, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu, dan kebajikan-Mu jualah kami berada di waktu pagi dan petang...

Wahai yang Maha Pengasih,
Engkau tahu bahwa kehadiran kami di dunia ini merupakan asbab dari mereka. Sayangilah kedua orang tua kami, jika sekuat tenaga kami tak mampu membalas segala kebaikan mereka, maka tolonglah kami karena Engkaulah sebaik-baiknya pembalas segala kebaikan. Sayangilah kedua orang tua kami, sayangilah saudara-saudara kami, merekalah yang telah banyak berkorban demi kehidupan kami.
Untuk kedua orang tua/saudara kami yang tengah memulai perjalanan menuju tempat kekal, tempatkanlah mereka di sisi-Mu yang terindah, ampunilah dosa-dosa mereka, dan jauhkanlah mereka dari siksa api neraka-Mu. Untuk kedua orang tua/saudara kami yang masih ada, berkahilah kehidupan mereka, ringankanlah beban hidup mereka, jauhkanlah mereka dari marabahaya, dan balaslah cinta mereka kepada kami dengan cinta-Mu yang begitu indah.
Wahai Sang Pemilik kehidupan, langit, bumi, dan segala isinya, jika Engkau kehendaki maka tidak ada satu pun kekuatan yang mampu melawan-Mu.
Wahai yang Membolak-balikkan hati,
Karuniakanlah kebaikan bagi kami dalam beragam, yang merupakan kunci kehormatan bagi kami. Karuniakan kebaikan kepada kami di dunia, yang merupakan tempat kami menjalani hidup. Karuniakanlah kebaikan akhirat bagi kami, yang merupakan tempat kami kembali. Jadikan kehidupan kami senantiasa lebih baik, jadikan kematian sebagai kebebasan kami dari segala keburukan, jadikan umur terbaik kami di penghujung, jadikan amal terbaik kami di penutupnya, dan jadikanlah hari terbaik kami saat bertemu dengan-Mu.

Wahai yang Maha Agung,
Hati kami ingin selalu dekat kepada-Mu. Walau lelah dan tertatih, adakah yang lebih sejati dan lebih bisa kupercaya selain cinta-Mu. Saat harapan tertinggi hanya tertuju pada-Mu, pertemukanlah karunia-Mu dengan hidup kami, dengan hidup dan mati kami. Persatukanlah secepat kasih sayang yang selalu bisa Kau sampaikan agat tak berjeda, lagi tak berjarak apa-apa, biar harapan kami kali ini membantu kami melukis asma-Mu di setiap langit hingga langit ke tujuh, maka kokohkanlah yang telah ada hingga berakar di dasar kalbu tanpa pernah tercabut waktu, sampai ajal menjemput kami, maka eratkanlah simpulnya ya Rahman, maka sempurnakanlah dengan nama-Mu, agar tak pernah terpaling, dan menjauh agar tak pernah hilang dan berlalu. Bila ini kehendak-Mu, maka abadikanlah ya Allah, abadikan hingga ke surga-Mu. Maka dengan sepenuh hati ini, hati yang Kau beri pada kami, hambakan hati kami dengan penghambaan kepada-Mu, agar tak pernah sekalipun kami berjalan melupakan-Mu. Jika kelak kami akan kembali pada-Mu, jadikanlah kami jiwa-jiwa yang merindukan kematian kami sendiri karena merindukan pertemuan dengan-Mu. Panggil kami dalam keadaan berpegang teguh pada agama-Mu, memegang takwa ajaran-ajaran-Mu. Panggil kami dengan hanya nama-Mu dalam sisa napas kami yang terakhir. Panggil kami dengan hanya asma-Mu yang tersisa di akhir kata yang kami lafadzkan. Panggil kami, panggil kami, dalam keadaan sebaik-baiknya, dalam keadaan setakwa-takwanya, dalam iman yang sekokoh-kokohnya, dalan cinta kepada-Mu yang sebesar-besarnya.

Wahai satu-satunya pengabul harapan dan doa-doa kami, jika sudi, iringilah setiap penggal napas yang tersisa, agar mampu kujadikan harapan-harapan yang indah nan suci, menjelma menjadi harapan yang mampu menopang gundah gulana, yang mampu meluluhlantahkan paradigna paksa dari kehidupan semu yang hanya bisa terpatri dalam sebuah keyakinan dan keteguhan hati.

Tuhanku, jadikan aku manusia yang pandai tersenyum dalam kepedihan, yang pandai bersabar dalam kesulitan dan pandai untuk tegar dalam setiap penderitaan. Engkaulah yang Maha Mengetahui rencana hidup yang indah. Berikanlah dalam hati kami senantiasa cahaya paling sejati dalam keagungan dan kebesaran-Mu, hingga tak pernah lelah hati dan piker kami mendekat pada-Mu, karena Engkaulah satu-satunya tempat kami menaruh harap, karena Engkaulah satu-satunya tempat doa kami akan dijawab.

Maha Benar Engkau dengan segala keagungan-Mu, Maha Suci Engkau dengan segala kuasa-Mu, bukakanlah pintu langit-Mu agar permohonan ini sampai pada singgasana-Mu, Wahai Tuhan kami. kami mohon dengan sangat… kami mohon dengan sangat…
Aamiin ya mujiibassaailiin…

*Dikutip dari buku "HOPE: Dream, Desire, Destiny" oleh Andi Arsyil Rahman Putra

 

Siapkan esokmu hari ini

Entah akan seperti apa esok. Pikirkanlah sekarang. Kehidupan dunia memang takkan pernah mudah. Selalu ada batu terjal yang akan menghalang. Semua ingin kau bahagia. Memang dengan cara yang berbeda. Mungkin memang tak seperti yang kau mau. Tapi cobalah mengerti ingin mereka. Bukankah hidup akan terasa indah jika kita bisa memberi bahagia pada orang lain. Tak peduli sesulit apa kau melangkah, apa yang kau dapatkan esok pasti takkan membuatmu menyesali apapun yang telah kau lakukan sekarang. Diam memang takkan menyelesaikan masalah. Namun, jadikanlah diam sebagai kesempatanmu memikirkan apa yang perlu kau lakukan. Bukan hanya untuk mereka, tapi juga untukmu kelak. Yakinlah pada dirimu bahwa kau bisa melakukannya. Tak perlu khawatir banyak hal tak bisa kau lakukan, karena memang setiap orang diciptakan tidak hanya dengan kelebihan, melainkan juga dengan kekurangan. Tak harus bisa menyelesaikan semuanya. Kau hanya perlu mengusahakannya. Itu saja...

Ya ALLAH, kuatkan mereka yang selalu mendoakanku. Tegarkan mereka yang selalu kusakiti. Besarkan hati mereka yang selalu kukecewakan. Lindungi mereka yang selalu menyayangiku. Bahagiakan mereka yang selalu ada untukku. Jangan buat mereka bersedih karenaku. Jangan biarkan mereka menangis karenaku..

Selasa, 14 Juni 2011

Motivasi Diri

Kapan lagi kita dapat membalas segala jasa orang tua kita kalau bukan dengan belajar, bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Bukankah mereka membiayai sekolah kita dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi seiring dengan menaruh harapan agar kita bisa seperti bahkan lebih dari mereka? Mungkin saat ini kamu malas belajar. Gak hanya belajar, lihat buku-buku menumpuk di hadapanmu saja mungkin sudah muak. Tapi aku di sini mencoba memberi sedikit motivasi tentang betapa pentingnya dan berharganya peran orang tua kita dalam hidup kita selama ini. Tidakkah kamu hendak membayar semuanya, atau sedikit saja dari sekian jasa mereka, sebagai rasa abdi dan kasih sayang kita kepada mereka? Tidakkah kamu merasa kasihan pada mereka yang bekerja membanting tulang hanya agar dapat menyekolahkan kamu hingga saat ini? Tidakkah kamu membayangkan betapa sulitnya pikiran mereka, rumitnya rencana mereka untuk hidup kita??? Ataukah sekarang kamu sudah merasa telah tidak membutuhkan mereka hingga kalian telah melupakan mereka???
Naudzubillah...
Ayolah, teman, raihlah ilmu, gapai cita-citamu, wujudkan mimpi-mimpi mereka yang sempat tertunda!!! Ini demi kamu, dia, dan tentu saja mereka yang selalu mencintai dan mendoakanmu dalam sujudnya, kedua orang tuamu.
Apakah kita akan terus-menerus bergantung pada mereka hingga kita menua? Tidak! Pasti akan ada waktu dimana kita akan berjalan sendiri tanpa mereka. Pasti akan ada waktu dimana mereka tak bisa mengiringi kita. Pasti akan ada waktu dimana hanya ada kamu dan duniamu.
Inilah saatnya bagi aku dan kamu untuk memulai, mencoba memotivasi diri sendiri bahwa 'aku mencintai ibu-bapakku, maka aku harus berjuang untuk kebahagiaanku dan tentu saja juga mereka. Inilah hidupku, jalanku, demi ibu-bapakku, akan aku lakukan. Demi kebahagiaan mereka, akan aku wujudkan. Segalanya untukmu ibu-bapak...'
Belum ada kata terlambat untuk mencoba. Aku pun masih berusaha untuk melakukannya. Kamu pun pasti bisa.
Go, fighting, Friends. Wanna be...

^_^