Tampilkan postingan dengan label sajak kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak kehidupan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

Kita adalah Satu

Bagaimanapun kita di masa lalu,
Seberat apapun hidup yang kita jalani saat ini,
Apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi, 
Semua tentang kita adalah sama.
Kita adalah satu.
Aku mencintainya dan akan tetap begitu. 

Tak peduli mereka berkata apa,
Soal fakta atau cerita,
Semua tentang kita adalah sama. 
Kita adalah satu. 
Aku mencintainya dan akan tetap begitu. 

Selalu ada yang berubah.
Waktu.
Perjalanan hidup.
Mati.
Tapi semua tentang kita akan tetap sama.
Kita adalah satu.
Aku mencintainya dan akan tetap begitu.

Selasa, 07 Maret 2017

Adalah Aku

Aku adalah rumit.

Aku adalah perjalanan.

Hidup, tapi sekejap bisa mati.

Masa lalu.

Kelabu.

Aku adalah sendiri.

Aku tertahan di saat mereka mencoba berdiri.

Aku berhenti di saat mereka mencoba maju lagi.

Aku adalah masa depan.

Harapan.

Tujuan.

Aku memulai ketika mereka telah pergi.

Aku adalah aku.

Sabtu, 11 Juni 2016

Sajak Kehidupan #5

Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali.

Terkadang untuk mencapai satu titik tertentu, akan ada satu-dua hal, yang mungkin tak peduli kau suka atau tidak, namun kau harus melaluinya juga, entah cepat atau lambat. Lebih banyak diam takkan ada artinya. Terlalu berpikir keras pun tak berguna. Hanya lakukan saja sebaik mungkin yang kau bisa. Just do it. Action.

Mungkin memang tak semudah diucapkan, butuh waktu untuk membentuk keberanian. Namun setidaknya ada secercah semangat yang menunjukkan bahwa kau hendak mencapainya. Titik penyelesaian. Ayolah, titik itu sudah dekat. Sebentar lagi kau sampai. Teruslah bergerak. Perjuangkan.

Seandainya kau tahu bahwa kau sungguh berharga | kau bisa jadi apa saja asal kau berupaya | Seandainya kau tahu apa doa ayah dan bunda | tak mungkin sampai engkau tega mematahkan isinya | Teruslah bergerak hingga rasa lelah | sendiri terlelap mengikutimu | Sebab nanti suatu hari kau akan tersenyum setiap pagi | menikmati jerih diri dan segala yang telah kau lalui | Sebab nanti suatu hari kau punya cerita tuk dibagi | tentang mimpi yang tak pasti namun kau membuatnya terjadi | Belum saatnya berhenti | Ayo terus dekati semua mimpi | Seandainya kau tahu apa di balik gunung sana | terhampar padang bunga-bunga | kau akan bahagia | Seandainya kau tahu bahwa anak-anakmu kelak inginkan sebuah cerita pahlawan di hidupnya | Teruslah bergerak hingga rasa lelah | Sendiri terlelap mengikutimu.. (Mutia Prawitasari, Juli-Di Balik Gunung)

Jumat, 29 April 2016

Kawan, Kau adalah Inspirasi!

Kita memulai perjalanan ini bersama.

Dulu kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya ini, tentang getirnya hidup, tentang sulitnya mencapai titik yang kita harapkan, berbagi cerita tentang kita dan mereka.

Dulu kita pernah sepakat untuk menyelesaikan ini bersama, hingga pada satu masa kutemukan titik jenuh yang membuat kita terpisah beberapa jarak.
Sementara kau terus melangkah maju dengan sisa harap yang kau punya.

Kini kau telah mencapai titik itu.
Kau telah berhasil menaklukan semua tantangan itu.
Kini kau telah menikmati hasil jerih payahmu selama ini.
Dan kini kau miliki babak baru dalam hidupmu.
Selamat atas pencapaianmu.
Kau adalah pemenang.

Dan aku, biarkanku menjadikanmu sebagai inspirasi.
Bagiku kau adalah motivasi.
Aku tahu kita akan menyelesaikannya, cepat atau lambat, jika kita pantang menyerah.
Kau telah menunjukkannya padaku.
Kau telah buktikan kata-kata itu.
Kini adalah masaku,
berjalan selangkah demi selangkah untuk menyusulmu,
mengikuti jalan kemenanganmu.

:')

Minggu, 17 April 2016

Sajak Kehidupan #4

Ada yang datang, ada juga yang pergi.
Setiap dari mereka menjadi motivasi untukku melangkah maju. 
Perjalanan mendaki terlampaui satu dua kaki, lalu terjerambab beberapa kaki di bawahnya. 
Kini satu per satu mereka telah pergi dan aku masih saja diam di titik yang sama (lagi). 
Mereka adalah penyemangat. 
Mereka adalah motivasi. 
Akan tetapi esok mungkin mereka sudah tak ada lagi. 
Lalu, dimana aku bisa menemukan pengganti?


Jumat, 17 Juli 2015

Renungan Malam #1

Saat dunia telah terlelap, sementara aku masih terjaga sendiri, aku merenungkan sesuatu. Setiap orang memiliki cerita kehidupannya masing-masing. Terkadang kumelihat orang lain lebih beruntung daripada aku, namun kutahui bahwa itu menunjukkan bahwa aku menjadi kurang bersyukur. Di sisi berbeda, aku melihat ternyata perjalanan hidupku yang terlalui sebenarnya telah memberiku banyak pelajaran, tak melulu melihat sisi buruk dari sebuah perjalanan meskipun tak kupungkiri perasaan itu mungkin akan ada saja melekat dalam benak hingga akhir. Terkadang aku tersenyum sendiri memperhatikan setiap langkah kehidupanku, sungguh, Tuhan tak pernah menjadikan sesuatu itu sia-sia bagi siapa saja yang mau memikirkan.

Rabu, 06 Mei 2015

Sajak Kehidupan #3

Dan pada akhirnya...

Sahabat satu per satu akan pergi, entah untuk cita-cita, cerita cinta, atau pun kemajuan diri.

Tapi satu hal yang pasti, sejauh apapun kalian pergi, kalian tetap harta terbaik yang selalu di hati dan tetap kunantikan hingga pulang kembali.

:')

By: TiJe

Rabu, 18 Maret 2015

Roda Kehidupan

Tuhan menjadikan perjalanan kita sulit bukan karena Dia membenci kita. Justru karena Dia teramat sayang maka Dia menguji kita. Tetapi bukan berarti mereka yang perjalanannya mulus saat ini tak disayang Tuhan. Akan ada bagi masing-masing kita mendapat ujian. Tuhan punya cara bagi mereka untuk menunjukkan rasa kasih-Nya. Mungkin tak di sini, bisa jadi di belokan selanjutnya. Seperti aku dulu, memasuki jalan ini dengan begitu mudahnya karena pertolongan Tuhan, namun nyatanya sepanjang perjalanan ini tak semudah kali pertama melewatinya. Ada saja jalan terjal, berkelok tajam, mendaki, menurun yang harus dilalui agar perjalanan ini menemukan ujungnya. Memang, akan selalu ada kesulitan setelah kemudahan dan akan selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Ternyata hidup itu tak selamanya lurus-lurus saja. Akan ada saat kita jatuh, ada saat kita bangkit dan menaik. Ternyata hidup tak melulu begitu-begitu saja. Akan ada saat dimana kita menangis, ada saat kita tersenyum. Yah, sebut saja itulah roda kehidupan.

Rabu, 10 Desember 2014

Sajak Kehidupan #2

Dan ketika kehidupan tak lagi miliki warna,
Hati tak lagi merasa,
Otak tak lagi berpikir,
Dan lisan tak lagi bicara,
Lalu, mau bagaimana lagi?

Perasaan yang telah terpendam sekian lamanya,
Amarah yang tersimpan dalam luka terdalam,
Senyuman yang tak lagi semanis dulu,
Mata yang tak memberi binar cahaya kehidupan,
Telinga yang serta merta acuh dengan krisan,
Lalu, mau bagaimana lagi?

Proses panjang, perjalanan kehidupan, seperti menjadi misteri yang tak berkesudahan.
Masa depan seolah memunculkan pertanyaan.
Kaki melangkah seakan menorehkan ragu.

Memang benar, dunia ini fana.
Tak ada satu manusia pun yang dapat dipercaya.
Setiap kata yang keluar dari lisannya hanyalah dusta.

Memang benar, dunia ini adalah panggung sandiwara.
Setiap manusia berkepentingan untuk mencapai kemakmuran dirinya, terlepas dari halal dan haram.
Membuat perhitungan dengan kuasa Tuhan untuk mencari penghidupan yang layak.
Mengukir kesombongan agar dianggap berharga.

Oh, Tuhan, mau bagaimana lagi?
Jika tak ada lagi manusia yang bisa dijadikan tumpuan dunia?
Jika tak satu manusia pun peduli dengan saudaranya.
Jika tak satu pun merangkul kekasihnya.

Oh, Tuhan, lalu, mau bagaimana lagi?