Tampilkan postingan dengan label aku adalah aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku adalah aku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juni 2017

Jangan Menjadi Aku

Nyatanya, hidup itu tidak sesederhana yang kita bayangkan, tidak semudah yang kita lihat. 

Tak mudah untuk menjadi aku yang sekarang. 

Kita dituntut untuk menjadi lebih tangguh, lebih sabar, harus toleransi tinggi, ilmu maklum yang teramat sangat, dan tetap tersenyum apapun kondisinya. 

Lelah? Sedih? Berpura-pura tenang dan bahagia adalah salah satu cara agar bisa tetap menikmatinya. Maka biarkan saja hingga nantinya aku terbiasa dengan kepura-puraan itu dan mulai melupakannya. 

Berharap tenangnya pelukan takkan berarti, karena dia telah pergi. Tak kutemukan pengganti sebagai tempat untuk berbagi. 

Terkadang harus ada mimpi yang dikorbankan untuk mencapai kebahagiaan orang lain, meskipun bukan kita. Bahkan kita akan lebih sering terkungkung oleh obsesi mereka dan abai tentang diri sendiri. Bukan karena tak mau, tapi karena tak mampu. 

Ada hati yang lebih membutuhkan perhatian daripada memikirkan diri sendiri. 

Kita tak perlu egois. Anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas kebaikan yang telah mereka berikan, atas kasih sayang yang telah mereka curahkan. 

Bagaimanapun, kita berhak atas hidup yang lebih baik, bukan? 

Maka, jangan menjadi aku. 

Selasa, 07 Maret 2017

Adalah Aku

Aku adalah rumit.

Aku adalah perjalanan.

Hidup, tapi sekejap bisa mati.

Masa lalu.

Kelabu.

Aku adalah sendiri.

Aku tertahan di saat mereka mencoba berdiri.

Aku berhenti di saat mereka mencoba maju lagi.

Aku adalah masa depan.

Harapan.

Tujuan.

Aku memulai ketika mereka telah pergi.

Aku adalah aku.