Tampilkan postingan dengan label surat cinta untuk sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surat cinta untuk sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

Cerita tentang Hidup

Hidup itu belajar. Belajar itu hidup.

Tuhan adalah Sang Maha Pembuat skenario terbaik. Cerita tentang hidup, baik suka maupun duka, sudah Dia buat sedemikian rupa dengan sangat apik. Jadi, tak perlulah kita memaksakan jalan ceritanya menjadi sesuai keinginan kita karena pasti itu hanya akan membuat kita kecewa jadinya.

Tuhan selalu mempunyai rencana terbaik tentang segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita. Jika yang terjadi saat ini adalah memang demikian, maka itulah yang terbaik menurut Tuhan. Setidaknya kita telah mencoba, ridho dengan ketetapan-Nya, dengan jalan cerita yang sudah Dia buat. 

Iya sudahlah. Pelan-pelan saja. Meskipun harus dengan merangkak pun karena saking beratnya melangkah, no matter. Tuhan selalu menyertai. InsyaAllah.

Belajar untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah. Kau pun demikian? Bersabarlah. Tenanglah. Fokus pada apa yang menjadi prioritasmu saat ini.

Akan selalu ada sahabat terbaik, yang senantiasa mendukung setiap usaha baikmu, menjaga harapan baikmu. Sahabat terbaik yang senantiasa hadir dalam setiap suka dan dukamu. Yakin, Tuhan memberi kita masalah, agar kita menjadikannya pelajaran, menjadikan kita lebih dewasa dan bijaksana. Dia pun tak lupa menyertakannya dengan solusi di waktu yang sama pula, hanya saja kita tak menyadarinya. Waktu, adalah obat terbaik untuk mengenang, melupakan, mengobati setiap luka, gundah, dan duka.

We share, we can..

Kesedihan hari ini | bisa saja jadi bahagia esok hari | Walau kadang kenyataan | tak selalu seperti apa yang diinginkan | Kan kuikhlaskan segalanya | Keyakinan ini membuatku bertahan | Hidup yang kujalani, masalah yang kuhadapi | Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya | Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi | Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah

Semangat, sahabatku.. Tuhan selalu bersama kita di setiap langkah, di setiap waktu. Mungkin saja tanpa sadar kita telah menjauh dari-Nya, tapi Tuhan sekejap pun takkan pernah meninggalkan kita. Yuk, kembali ke Jalan-Nya. Saling mengingatkan, saling menguatkan. Semoga Tuhan senantiasa memberi Rahmat untukmu dan aku. Aaamiiin.

:)

Jumat, 29 April 2016

Kawan, Kau adalah Inspirasi!

Kita memulai perjalanan ini bersama.

Dulu kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya ini, tentang getirnya hidup, tentang sulitnya mencapai titik yang kita harapkan, berbagi cerita tentang kita dan mereka.

Dulu kita pernah sepakat untuk menyelesaikan ini bersama, hingga pada satu masa kutemukan titik jenuh yang membuat kita terpisah beberapa jarak.
Sementara kau terus melangkah maju dengan sisa harap yang kau punya.

Kini kau telah mencapai titik itu.
Kau telah berhasil menaklukan semua tantangan itu.
Kini kau telah menikmati hasil jerih payahmu selama ini.
Dan kini kau miliki babak baru dalam hidupmu.
Selamat atas pencapaianmu.
Kau adalah pemenang.

Dan aku, biarkanku menjadikanmu sebagai inspirasi.
Bagiku kau adalah motivasi.
Aku tahu kita akan menyelesaikannya, cepat atau lambat, jika kita pantang menyerah.
Kau telah menunjukkannya padaku.
Kau telah buktikan kata-kata itu.
Kini adalah masaku,
berjalan selangkah demi selangkah untuk menyusulmu,
mengikuti jalan kemenanganmu.

:')

Rabu, 06 Mei 2015

Sajak Kehidupan #3

Dan pada akhirnya...

Sahabat satu per satu akan pergi, entah untuk cita-cita, cerita cinta, atau pun kemajuan diri.

Tapi satu hal yang pasti, sejauh apapun kalian pergi, kalian tetap harta terbaik yang selalu di hati dan tetap kunantikan hingga pulang kembali.

:')

By: TiJe

Minggu, 15 Maret 2015

Surat Cinta untuk Sahabat

Hey, apa kabar, sahabat? Rasanya sudah terlalu lama kita tak bersua. Bukan karena ada yang salah, hanya saja aku merasa berbeda di antara lainnya. Bukan inginku memutuskan tali silaturrahmi atau hendak menjauhkan diri, hanya saja aku sedikit menutup diri untuk hal yang bersifat terlalu pribadi. Bukan karena kalian, tapi karena aku.

Ada hal yang mulai aku sadari, bahwa sampai kapan pun takkan pernah ada persahabatan yang sempurna. Namun tak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi diri kita ada bagi lainnya dalam situasi dan kondisi apapun. Tak butuh alasan untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat karena tanpa disadari Tuhan akan mengikatnya pada siapa-siapa yang menurut-Nya tepat dan mungkin kita adalah salah satunya yang telah Tuhan pertautkan. Kuingat saat kali pertama bertemu kalian, dari yang tak saling mengenal hingga saat ini akhirnya kita dipersatukan. Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik selama enam tahun ini. Terima kasih telah menemani setiap hariku, menjadikan hujan berubah pelangi, menjadikan dinginnya pagi sehangat sinar mentari.

Bolehkah persahabatan ini tak sebatas pertemuan di sini?
Bolehkah persahabatan ini berlanjut hingga akhir nanti?

Terkadang aku ragu karena tak selamanya kita bisa bersama. Mungkin esok atau lusa kita dapati jalan masing-masing, lingkungan berubah, ceritanya pun akan berbeda. Terkadang aku khawatir tak menemukan sahabat sebaik kalian, namun aku mengerti bahwa akan ada saatnya untuk bertemu dan akan ada saatnya untuk berpisah. Tak apa. Setidaknya aku telah miliki cerita tentang kalian. Ruang dan waktu yang berbeda terkadang tak mampu memutuskan ikatan yang telah terjalin. Bolehkah kita pun demikian? Setelah habis cerita ini, mungkin suatu saat nanti aku akan merindukan kalian. Semoga Tuhan selalu besertamu.

Terakhir, terima kasih telah berikanku senyuman hangat di kala hujan. Karena kalian aku masih bisa bertahan dan terus maju sampai titik ini.

Sampai jumpa lagi, sahabat. Aku mencintai kalian karena Allah.

Salam.