Tampilkan postingan dengan label hidup adalah belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup adalah belajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2017

Masa Lalu

Inginku memeluk erat masa lalu.
Masa lalu yang membawaku hingga ke titik saat ini.
Masa lalu yang mengarahkanku pada jalan cerita yang membuatku mendewasa.
Masa lalu yang mengajarkanku bahwa warna hidup tak sekedar soal hitam dan putih.
Masa lalu yang menunjukkan bahwa selalu ada perjuangan yang hebat atas sebuah tujuan hebat. 

Ijinkanku memeluk erat setiap kenangan.
Kenangan yang menghantarkan, menginspirasi, menjadikanku berharga.  

Biarkanku memeluk erat masa lalu.
Biar kusadari bahwa ia tak seburuk itu.
Biar kuingat bahwa ia pun berharga. 

Biarkanku berdamai dengan masa laluku. 

Aku telah belajar untuk mengikhlaskan, karena aku percaya bahwa apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi dalam hidup adalah ketetapan Tuhan yang menurut-Nya adalah yang terbaik. Dan aku percaya bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik dari apa yang aku bayangkan. Karena Tuhan lebih tahu sedangkan aku tidak tahu. Termasuk soal kamu.  

Selasa, 13 Desember 2016

Cerita tentang Hidup

Hidup itu belajar. Belajar itu hidup.

Tuhan adalah Sang Maha Pembuat skenario terbaik. Cerita tentang hidup, baik suka maupun duka, sudah Dia buat sedemikian rupa dengan sangat apik. Jadi, tak perlulah kita memaksakan jalan ceritanya menjadi sesuai keinginan kita karena pasti itu hanya akan membuat kita kecewa jadinya.

Tuhan selalu mempunyai rencana terbaik tentang segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita. Jika yang terjadi saat ini adalah memang demikian, maka itulah yang terbaik menurut Tuhan. Setidaknya kita telah mencoba, ridho dengan ketetapan-Nya, dengan jalan cerita yang sudah Dia buat. 

Iya sudahlah. Pelan-pelan saja. Meskipun harus dengan merangkak pun karena saking beratnya melangkah, no matter. Tuhan selalu menyertai. InsyaAllah.

Belajar untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah. Kau pun demikian? Bersabarlah. Tenanglah. Fokus pada apa yang menjadi prioritasmu saat ini.

Akan selalu ada sahabat terbaik, yang senantiasa mendukung setiap usaha baikmu, menjaga harapan baikmu. Sahabat terbaik yang senantiasa hadir dalam setiap suka dan dukamu. Yakin, Tuhan memberi kita masalah, agar kita menjadikannya pelajaran, menjadikan kita lebih dewasa dan bijaksana. Dia pun tak lupa menyertakannya dengan solusi di waktu yang sama pula, hanya saja kita tak menyadarinya. Waktu, adalah obat terbaik untuk mengenang, melupakan, mengobati setiap luka, gundah, dan duka.

We share, we can..

Kesedihan hari ini | bisa saja jadi bahagia esok hari | Walau kadang kenyataan | tak selalu seperti apa yang diinginkan | Kan kuikhlaskan segalanya | Keyakinan ini membuatku bertahan | Hidup yang kujalani, masalah yang kuhadapi | Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya | Ku kan terus berjuang, ku kan terus bermimpi | Tuk hidup yang lebih baik, tuk hidup yang lebih indah

Semangat, sahabatku.. Tuhan selalu bersama kita di setiap langkah, di setiap waktu. Mungkin saja tanpa sadar kita telah menjauh dari-Nya, tapi Tuhan sekejap pun takkan pernah meninggalkan kita. Yuk, kembali ke Jalan-Nya. Saling mengingatkan, saling menguatkan. Semoga Tuhan senantiasa memberi Rahmat untukmu dan aku. Aaamiiin.

:)

Senin, 31 Oktober 2016

Filosofi Kopi: Hidup itu Belajar, Belajar itu Hidup

Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah berhenti berbagi ilmu, berbagi cerita dan pengalaman. Hidup itu belajar. Belajar itu hidup. Kita tak pernah tau dari mana kita akan menemukan pencerahan.

Apa yang biasanya orang lakukan ketika sedang kesal atau berada pada situasi yang tidak menyenangkan? Kebanyakan mereka cenderung untuk fokus pada rasa ketidakmenyenangkannya daripada menikmatinya. Pernah coba, menikmati rasa tidak menyenangkan itu seperti sedang menikmati secangkir kopi tapi kita lupa menambahkan gula atau krim? Pasti rasanya pahit. Yup! Tapi akan berbeda cerita jika kita paham tentang filosofi dari kopi itu sendiri. Para ahli kopi memang tidak cukup butuh hitungan hari, minggu, bulan, atau bahkan bisa bertahun-tahun untuk bisa memahami soal kopi dan menikmati orisinalitasnya, meskipun mungkin akan tidak nyaman menurut lidah kita.

Hikmahnya, rasa tidak menyenangkan atas suatu hal atau tentang getirnya perjalanan hidup pasti dialami oleh setiap orang. Hanya saja, sebagian besar kita cenderung untuk terfokus pada rasa ketidakmenyenangkannya tersebut. Dengan mengikhlaskan, berbesar hati, berpikir positif, dan mencoba menikmati setiap proses perjalanannya, pasti langkah kita akan menjadi lebih ringan ketika menghadapinya. Bukankah telah dijelaskan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. (QS. 94:5) Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 8:46)

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, pertolongan Allah itu dekat." (QS. 2:214)

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. 29:2-3)
 
Wallohu'alam bisshowab.

#Hamasah

Kamis, 20 Oktober 2016

Hijrah

Hijrah adalah memperbaiki diri. Menata kembali hidup kepada jalan yang seharusnya. Bukankah dalam setiap doa selalu meminta agar Tuhan senantiasa menunjukkan kepada jalan yang lurus, menginginkan keberkahan dalam hidup, keridhoaan dalam setiap urusan? Jadi, ketika kita telah merasa bahwa ada yang salah dengan jalan hidup kita, hati menjadi resah, merasa hilang arah, mungkin itu berarti Tuhan sedang mengingatkan bahwa itulah saatnya kita harus kembali kepada-Nya. Memang tidak akan mudah, selalu ada tantangan yang menyertainya, termasuk diri sendiri. Namun, jika kita yakin dan telah memantapkan hati untuk mengembalikan semua urusan kepada Sang Pemilik dan Pengatur Kehidupan, lalu alasan apa lagi yang hendak membuat kita ragu dan berbalik arah dari-Nya? Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kau dustakan? Hidup adalah belajar. Belajar adalah hidup.  Sungguh Tuhan tidak pernah abai terhadap hal sekecil apapun tentang kita. Fluktuasi iman? Pasti. Tuhan takkan pernah membiarkan hamba-Nya tanpa diuji sampai terbukti bahwa kita benar-benar beriman dan bertaqwa pada-Nya. Istiqamah? Semoga Yang Maha Membolak-balikkan hati senantiasa menjaga kita untuk tetap berada di jalan-Nya yang lurus dan memberi petunjuk dalam setiap urusan.

Aaamiiin.

:)