Tampilkan postingan dengan label aku mencintaimu karena Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku mencintaimu karena Allah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2018

Kata #9

Jika suka, maka katakan saja, agar dia mengerti bahwa kau memang menyukainya.

Jika rindu, katakan saja, agar dia tahu bahwa kita memiliki perasaan yang sama.

Jika sayang, katakan saja, agar dia menyadari bahwa rasa itu tak lagi soal 'aku dan kamu', melainkan 'kita'. 

Atau, jika tak ingin kau katakan, maka tunjukkan saja dengan caramu merindu dan menyayangi kekasihmu.

Atau, jika kau masih malu atau ragu, maka genggamlah perasaanmu dalam jiwa dan sampaikan pada sang Maha pemilik hatinya agar Dia yang menunjukkannya.

Jumat, 21 Juli 2017

Sajak untuk Mama

Memang cerita kita takkan lagi sama.
Dalam hidup, selalu ada yang berubah.
Pemikiran yang kadang tak sejalan,
Tak jarang menimbulkan kesalahpahaman. 

Meskipun begitu,
Sepanjang apapun perjalanan yang telah terlewati,
Sebanyak apapun cerita yang telah terjadi,
Tentang kisah dan kasih,
Tentang kita adalah sama. 

Biarkan perjalanan hidup itu sebagai pelajaran
Yang mendewasakan.
Bukan tentang siapa yang benar
Atau salah.
Melainkan tentang seberat apapun dia,
Tentang kita akan tetap sama.
Karena kita adalah keluarga.

Terima kasih telah mencintaiku dengan sederhana.
Aku mencintaimu karena Allah.

Selamat ulang tahun ke-63, Mama..
Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, hidayah, dan inayah, diberi nikmat sehat dan keberkahan hidup.
Aaamiiiin.

Bersinar kau bagai cahaya | yang selalu beriku penerangan | Selembut sutra kasihmu kan selalu kurasa dalam suka dan duka | Kaulah ibuku | Cinta kasihku | Terima kasihku takkan pernah terhenti | Kau bagai matahari yang selalu bersinar | Sinari hidupku dengan kehangatanmu | Bagaikan embun kau sejukkan hati ini dengan kasih sayangmu | Betapa kau sangat berarti dan bagiku kau takkan pernah terganti | Kaulah ibuku | Cinta kasihku | Terima kasihku takkan pernah terhenti | Kau bagaikan matahari yang selalu bersinar | Sinari hidupku dengan kehangatanmu

:)

Rabu, 19 Juli 2017

Kita adalah Satu

Bagaimanapun kita di masa lalu,
Seberat apapun hidup yang kita jalani saat ini,
Apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi, 
Semua tentang kita adalah sama.
Kita adalah satu.
Aku mencintainya dan akan tetap begitu. 

Tak peduli mereka berkata apa,
Soal fakta atau cerita,
Semua tentang kita adalah sama. 
Kita adalah satu. 
Aku mencintainya dan akan tetap begitu. 

Selalu ada yang berubah.
Waktu.
Perjalanan hidup.
Mati.
Tapi semua tentang kita akan tetap sama.
Kita adalah satu.
Aku mencintainya dan akan tetap begitu.

Senin, 15 Mei 2017

Taaruf #3

Tuhan mempertemukan kita dalam satu lingkaran.
Tuhan mengijinkan kita untuk saling mengenal saat ini sementara kita belum pernah dipertemukan sebelumnya.
Tuhan mengijinkan kita menjalin silaturrahmi, mencoba memahami satu sama lain, saling menyeimbangkan, menyempurnakan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bismillah, semoga Allah menunjukkan jalan terbaik-Nya dan memberkahinya. Aaamiiin.

#1stAnniversary

Senin, 06 Maret 2017

Puisi: Dia

Wahai sang pemilik tulang rusuk
Dia yang belum tereja namanya
Dia yang berada di belahan bumi
Dia yang tertulis di Lauhul Mahfudz

Kutahu dia sedang berjuang
Bulatkan tekad, mantapkan niat
Entah saat ini telah dekat atau terbentang jarak
Entah telah mengenal atau bahkan mungkin tak mengenal sama sekali
Semuanya rahasia Ilahi

Dan waktu yang akan menjawab dan mempertemukan
Dia yang sedang kunanti di hari yang sakral dan bahagia
Pada waktu yang tepat nan indah
Saat semua tujuan menjadi satu dalam mencapai ridho Ilahi

By: #TJY

Kamis, 08 Desember 2016

Tentang Seorang Kawan

Tuhan selalu memiliki alasan terbaik mengapa Dia mempersatukan kita dalam sebuah ukhuwah.

Bagaimanapun, sejauh apapun jarak, selama apapun waktu yang membatasi kita, secanggung apapun hubungan kita nantinya, jangan pernah berubah. Saling membagi kabar, saling menguatkan, saling membagi kisah dan inspirasi.

Dalam hidup, cerita tentang pertemuan dan perpisahan adalah warna. Tuhan telah mempertemukan kita. Dia pula yang memisahkan. Jadikan setiap kebersamaan kita sebagai satu rangkaian cerita, kenangan, masa lalu, yang menjadi pelajaran berharga untuk menata masa depan yang lebih baik.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.
Terima kasih telah menjadi salah satu inspirasi dan motivasi.
Terima kasih telah memberiku senyuman hangat, semangat, harapan, menjadi setitik cahaya yang mencerahkan.
Terima kasih telah menerimaku dengan sederhana.
Aku mencintaimu karena Allah.
Semua tentang kita sungguh berkesan.

Senyum, sapa, salam hangat, dari seorang kawan.

:)

Minggu, 27 November 2016

Pilihanku

Berjuta rasa-rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
Dengan beribu cara-cara kau selalu membuatku bahagia
Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku

Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang selalu ada di saat pagiku membuka mata

Ijinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha mewujudkan
Semua impian dan harapan tuk menjadi kenyataan

Jumat, 11 November 2016

Cerita Cinta

Setiap orang hendak bercerita tentang cinta.
Kita adalah cinta.
Cerita tentang pernikahan mungkin memberikan sedikit gambaran bahwa ia memang tak mudah untuk dijalankan.
Cerita kita saat ini mungkin masih jauh dari masalah apapun dibandingkan dengan mereka.
Aku merasa beruntung memiliki kesempatan mengalami prosesnya.
Namun, apakah esok cerita kita akan kembali sama?
Apakah esok pertemuan kita akan sama hangatnya?
Bagaimanapun, aku bersyukur pada Tuhan atasmu.
Aku bersyukur karena Tuhan mengijinkanmu menjadi bagian dalam ceritaku.
Terima kasih karena kau telah hadir.
Terima kasih telah mencintaiku dengan sederhana.

H.M.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Seperempat Abad

Kehidupan baru, cerita baru, teman baru.
Banyak perubahan yang terjadi di sepanjang tahun ini.
Ada yang pergi, ada yang kembali, ada pula yang hadir mengisi kekosongan hati.

Tuhan telah mengatur kehidupan ini dengan sangat baik. 
Dia mengambil satu, lalu Dia gantikan dengan yang lainnya. 
Dia uji aku dengan getirnya perjalanan hidup, lalu Dia biarkan aku menemukan pencerahan dan menjadikannya pelajaran.
Tuhan Maha Rahman, Tuhan Maha Rahim.
Tuhan masih ijinkan aku untuk hidup, memberiku kesempatan untuk menjadi baik.

Harapanku, aku ingin mewujudkan cita abah, yaitu hijrah.
Harapanku, aku ingin menjadi anak serba bisa, menjadi apa saja untuk amah.
Harapanku, aku ingin melihat orang-orang yang kusayang bahagia karena aku.
Aku mencintai kalian karena Allah.

Terima kasih karena selalu hadir dalam setiap kesendirianku.
Terima kasih atas setiap doa dan harapan baik, semoga Tuhan juga kabulkan atas kalian.
Barokalloh..

Hari ini adalah lembaran baru bagiku | ku di sini karena kau yang memilihku | tak pernah kuragu akan cintamu | inilah diriku dengan melodi untukmu | Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini | bukan karena kuat dan hebatku | Semua karena cinta | Tak mampu diriku dapat berdiri tegar | Terima kasih cinta...|

#hijrah #25th

Senin, 05 September 2016

Dia (2)

Bagiku, dia adalah seorang figur yang sangat bijaksana. Aku belajar tentang kejujuran dan keikhlasan darinya. Mengalah tak berarti kalah. Menang tak berarti harus yang paling tinggi nada suara dan penekanannya.

Dalam pandanganku, dia adalah sosok yang lembut, tapi juga tegas. Dia terkesan tak peduli, tapi sebenarnya sangat perhatian. Dia adalah pendengar yang baik. Dia rela berjam-jam mendengar celotehku hingga dia tertidur. Di akhir hayatnya pun aku masih sempat bercuap padanya. Dia tak mengeluh. Dia senang mendengarku bercerita, berteriak, dan meluapkan ekspresi. Dia senang melihat aku tersenyum.

Ada dan tiadanya, masih saja dia adalah laki-laki terbaik di hidupku. Meskipun aku tak tahu asal usulnya aku, dia tetaplah cinta pertamaku. Dia adalah papaku.

Selamat ulang tahun ke-76, Papa. Aku mencintaimu karena Allah. Aku bangga memiliki ayah sepertimu. Semoga aku bisa memenuhi harapan dan cita muliamu. Semoga Allah perkenankan kita berkumpul lagi di Taman Surga-Nya kelak. Aaamiiin.

:)

Untuk ayah tercinta | aku ingin bernyanyi | walau air mata di pipiku | Ayah dengarkanlah | aku ingin berjumpa | walau hanya dalam mimpi

(5 September 1940-4 April 2016)

Minggu, 15 Mei 2016

Pernikahan #3

Rasa itu hanya kita yang tahu.
Tidak perlu membandingkan satu dengan lainnya.
Cukup kita.

Setiap kita pasti pernah miliki masa lalu.
Tapi kita tidak akan menyelesaikan hidup ini untuk masa lalu, melainkan masa depan.
Dan masa depan itu adalah kita.
Aku dan kamu. Iyaa, kamuuu.

Insya Allah.

Bismillah, jika menurut Tuhan kita adalah terbaik, maka semoga Dia memudahkan langkah kita menuju jalan kebaikan-Nya. Aaamiiin.

:)

Jumat, 04 Maret 2016

Pernikahan #2

Menikah itu tidak sekedar laki-laki dan perempuan dipertemukan, dipasangkan, lalu dinikahkan (keduanya). Tidak sesederhana itu. Menikah itu harus ada ilmunya. Seorang perempuan harus paham bagaimana mengurus suami dan rumahnya. Seorang lelaki harus paham bagaimana menjadi imam dan memimpin rumahnya. Akan tetapi, bukan berarti menjadikannya alasan tidak segera menikah loh.

Menikah itu sunnah Rasul. Menyegerakan itu lebih baik, namun tidak berarti tergesa-gesa. Jika telah mampu, maka menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah.

Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaik pilihan-Nya. Selama menunggu, selamat mengkaji ilmu sebanyak-banyaknya. Semoga Allah senantiasa memberi rahmat. Bersabarlah.

:)

Selasa, 22 Desember 2015

Mama

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan serbabisa dengan segala keterbatasannya, mampu mengurus keluarganya dengan sangat baik, mengatur urusan rumah tangga dengan segala perhitungannya yang matang, dan melakukan banyak hal secara mandiri.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan tangguh nan bermental baja, melaksanakan multiperan tanpa mengabaikan prioritasnya, mampu menyelesaikan banyak hal dan berani mengambil risiko, serta kuat bertahan di tengah setiap persoalan hidup yang menerpanya.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan yang luar biasa sabar di tengah besar kecilnya ujian dalam setiap perjalanan hidupnya, menjadi perempuan yang tegar bagi suami dan anak-anaknya.

Aku ingin seperti Mama.

Aku sayang Mama karena Allah.

Selamat Hari Ibu, Mama... :)

Jumat, 04 Desember 2015

Taaruf #2

Sebagai calon istri, seorang perempuan itu hanya bisa menunggu,
menunggu calon suami terbaik pilihan Allah untuknya,
menunggu calon suaminya telah siap untuk menyandingnya kelak,
menunggu calon suaminya telah memantapkan hati memilihnya sebagai pendamping hidup,
menunggu calon suaminya berani menemui walinya untuk meminta ijin meminangnya.
Selama proses penantian itu, perempuan pun belajar memperbaiki diri untuk menjadi calon istri shalihah,
memantaskan diri dengan ilmu agama yang baik,
menyiapkan diri untuk mampu mengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya kelak.

Sebagai calon suami, seorang laki-laki itu harus gigih,
pandai memilih calon istri terbaik pilihan Allah untuknya,
gigih memperjuangkan calon istrinya di hadapan walinya,
gigih bekerja keras untuk menghidupi dan mengayomi istri dan anaknya kelak,
gigih memperbaiki diri untuk dapat memimpin dan membimbing keluarganya kelak di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberkati kalian (laki-laki dan perempuan) dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Aaamiiin.

Minggu, 15 Maret 2015

Surat Cinta untuk Sahabat

Hey, apa kabar, sahabat? Rasanya sudah terlalu lama kita tak bersua. Bukan karena ada yang salah, hanya saja aku merasa berbeda di antara lainnya. Bukan inginku memutuskan tali silaturrahmi atau hendak menjauhkan diri, hanya saja aku sedikit menutup diri untuk hal yang bersifat terlalu pribadi. Bukan karena kalian, tapi karena aku.

Ada hal yang mulai aku sadari, bahwa sampai kapan pun takkan pernah ada persahabatan yang sempurna. Namun tak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi diri kita ada bagi lainnya dalam situasi dan kondisi apapun. Tak butuh alasan untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat karena tanpa disadari Tuhan akan mengikatnya pada siapa-siapa yang menurut-Nya tepat dan mungkin kita adalah salah satunya yang telah Tuhan pertautkan. Kuingat saat kali pertama bertemu kalian, dari yang tak saling mengenal hingga saat ini akhirnya kita dipersatukan. Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik selama enam tahun ini. Terima kasih telah menemani setiap hariku, menjadikan hujan berubah pelangi, menjadikan dinginnya pagi sehangat sinar mentari.

Bolehkah persahabatan ini tak sebatas pertemuan di sini?
Bolehkah persahabatan ini berlanjut hingga akhir nanti?

Terkadang aku ragu karena tak selamanya kita bisa bersama. Mungkin esok atau lusa kita dapati jalan masing-masing, lingkungan berubah, ceritanya pun akan berbeda. Terkadang aku khawatir tak menemukan sahabat sebaik kalian, namun aku mengerti bahwa akan ada saatnya untuk bertemu dan akan ada saatnya untuk berpisah. Tak apa. Setidaknya aku telah miliki cerita tentang kalian. Ruang dan waktu yang berbeda terkadang tak mampu memutuskan ikatan yang telah terjalin. Bolehkah kita pun demikian? Setelah habis cerita ini, mungkin suatu saat nanti aku akan merindukan kalian. Semoga Tuhan selalu besertamu.

Terakhir, terima kasih telah berikanku senyuman hangat di kala hujan. Karena kalian aku masih bisa bertahan dan terus maju sampai titik ini.

Sampai jumpa lagi, sahabat. Aku mencintai kalian karena Allah.

Salam.