Tampilkan postingan dengan label istikharah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istikharah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

Taaruf #3

Tuhan mempertemukan kita dalam satu lingkaran.
Tuhan mengijinkan kita untuk saling mengenal saat ini sementara kita belum pernah dipertemukan sebelumnya.
Tuhan mengijinkan kita menjalin silaturrahmi, mencoba memahami satu sama lain, saling menyeimbangkan, menyempurnakan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bismillah, semoga Allah menunjukkan jalan terbaik-Nya dan memberkahinya. Aaamiiin.

#1stAnniversary

Minggu, 15 Mei 2016

Pernikahan #3

Rasa itu hanya kita yang tahu.
Tidak perlu membandingkan satu dengan lainnya.
Cukup kita.

Setiap kita pasti pernah miliki masa lalu.
Tapi kita tidak akan menyelesaikan hidup ini untuk masa lalu, melainkan masa depan.
Dan masa depan itu adalah kita.
Aku dan kamu. Iyaa, kamuuu.

Insya Allah.

Bismillah, jika menurut Tuhan kita adalah terbaik, maka semoga Dia memudahkan langkah kita menuju jalan kebaikan-Nya. Aaamiiin.

:)

Jumat, 04 Maret 2016

Pernikahan #2

Menikah itu tidak sekedar laki-laki dan perempuan dipertemukan, dipasangkan, lalu dinikahkan (keduanya). Tidak sesederhana itu. Menikah itu harus ada ilmunya. Seorang perempuan harus paham bagaimana mengurus suami dan rumahnya. Seorang lelaki harus paham bagaimana menjadi imam dan memimpin rumahnya. Akan tetapi, bukan berarti menjadikannya alasan tidak segera menikah loh.

Menikah itu sunnah Rasul. Menyegerakan itu lebih baik, namun tidak berarti tergesa-gesa. Jika telah mampu, maka menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah.

Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaik pilihan-Nya. Selama menunggu, selamat mengkaji ilmu sebanyak-banyaknya. Semoga Allah senantiasa memberi rahmat. Bersabarlah.

:)

Jumat, 04 Desember 2015

Taaruf #2

Sebagai calon istri, seorang perempuan itu hanya bisa menunggu,
menunggu calon suami terbaik pilihan Allah untuknya,
menunggu calon suaminya telah siap untuk menyandingnya kelak,
menunggu calon suaminya telah memantapkan hati memilihnya sebagai pendamping hidup,
menunggu calon suaminya berani menemui walinya untuk meminta ijin meminangnya.
Selama proses penantian itu, perempuan pun belajar memperbaiki diri untuk menjadi calon istri shalihah,
memantaskan diri dengan ilmu agama yang baik,
menyiapkan diri untuk mampu mengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya kelak.

Sebagai calon suami, seorang laki-laki itu harus gigih,
pandai memilih calon istri terbaik pilihan Allah untuknya,
gigih memperjuangkan calon istrinya di hadapan walinya,
gigih bekerja keras untuk menghidupi dan mengayomi istri dan anaknya kelak,
gigih memperbaiki diri untuk dapat memimpin dan membimbing keluarganya kelak di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberkati kalian (laki-laki dan perempuan) dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Aaamiiin.

Senin, 09 November 2015

Taaruf

Kelak saat dewasa, seorang anak pasti akan berpisah dengan orang tuanya. Entah orang tua yang meninggalkan anak atau anak yang meninggalkan orang tuanya. Kita tidak sedang membicarakan kematian. Setiap orang pasti akan mengalami mati. Ini soal masa depan.

Setelah menikah, seorang anak perempuan akan mengikuti suaminya. Pun, seorang anak laki-laki akan memiliki tanggung jawab baru sebagai pemimpin bagi istrinya. Keduanya harus mampu menahan masing-masing ego dan belajar bersikap dewasa dan lebih bijaksana.

Bismillah. Jika si fulan adalah yang terbaik, menjadi kebaikan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah memudahkan urusan ini. Pun, jika bukan yang terbaik dan menjadi keburukan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik dan Allah meridhoi. Aaamiiin.

Jumat, 23 November 2012

Hati Cinta

Mungkin mata tak dapat melihatnya
Tangan tak dapat menjamahnya
Lisan tak mampu bertutur padanya
Langkah tak sanggup mendekatinya
Tapi hati selalu mampu menghadirkannya
Hati selalu dapat merabanya
Hati selalu mampu merasanya
Karena hati adalah cinta…

"Dengan menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, pilihkanlah bagiku mana yang baik bagiku menurut Ilmu-Mu, dan memohon kepada-Mu kekuatan dengan Kodrat-Mu, dan aku memohon dengan Karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.Ya ALLAH, jika memang telah Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusan agamaku dan penghidupanku, serta akibat urusanku, maka takdirkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, serta berkatilah bagiku di dalamnya. Tetapi jika Engkau ketahui perkara ini buruk bagiku dalam urusan agamaku dan penghidupanku, serta akibat urusanku, maka hindarkanlah ia bagiku dan jauhkanlah pula aku daripadanya. Dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimana saja adanya, lalu jadikan hatiku meridhoinya."