Tampilkan postingan dengan label taaruf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taaruf. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2017

Taaruf #4: Biarkan Dia yang Memilih

Dia berhak untuk memilih yang terbaik. Mungkin sekarang dia masih dalam prosesnya, mencari-cari apa dan siapa yang akan mengisi kekosongan di hatinya.

Dia berhak untuk memilih apa yang menjadi keyakinannya. Jika dia nyaman dengannya, maka aku pun turut senang untuknya.

Dia berhak untuk memilih siapa yang dapat menyenangkan dan menenangkan hatinya. Jika dia telah menemukannya, maka aku pun rela untuk melepasnya.

Mungkinkah itu aku?

Senin, 15 Mei 2017

Taaruf #3

Tuhan mempertemukan kita dalam satu lingkaran.
Tuhan mengijinkan kita untuk saling mengenal saat ini sementara kita belum pernah dipertemukan sebelumnya.
Tuhan mengijinkan kita menjalin silaturrahmi, mencoba memahami satu sama lain, saling menyeimbangkan, menyempurnakan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bismillah, semoga Allah menunjukkan jalan terbaik-Nya dan memberkahinya. Aaamiiin.

#1stAnniversary

Jumat, 04 Desember 2015

Taaruf #2

Sebagai calon istri, seorang perempuan itu hanya bisa menunggu,
menunggu calon suami terbaik pilihan Allah untuknya,
menunggu calon suaminya telah siap untuk menyandingnya kelak,
menunggu calon suaminya telah memantapkan hati memilihnya sebagai pendamping hidup,
menunggu calon suaminya berani menemui walinya untuk meminta ijin meminangnya.
Selama proses penantian itu, perempuan pun belajar memperbaiki diri untuk menjadi calon istri shalihah,
memantaskan diri dengan ilmu agama yang baik,
menyiapkan diri untuk mampu mengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya kelak.

Sebagai calon suami, seorang laki-laki itu harus gigih,
pandai memilih calon istri terbaik pilihan Allah untuknya,
gigih memperjuangkan calon istrinya di hadapan walinya,
gigih bekerja keras untuk menghidupi dan mengayomi istri dan anaknya kelak,
gigih memperbaiki diri untuk dapat memimpin dan membimbing keluarganya kelak di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberkati kalian (laki-laki dan perempuan) dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Aaamiiin.

Senin, 09 November 2015

Taaruf

Kelak saat dewasa, seorang anak pasti akan berpisah dengan orang tuanya. Entah orang tua yang meninggalkan anak atau anak yang meninggalkan orang tuanya. Kita tidak sedang membicarakan kematian. Setiap orang pasti akan mengalami mati. Ini soal masa depan.

Setelah menikah, seorang anak perempuan akan mengikuti suaminya. Pun, seorang anak laki-laki akan memiliki tanggung jawab baru sebagai pemimpin bagi istrinya. Keduanya harus mampu menahan masing-masing ego dan belajar bersikap dewasa dan lebih bijaksana.

Bismillah. Jika si fulan adalah yang terbaik, menjadi kebaikan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah memudahkan urusan ini. Pun, jika bukan yang terbaik dan menjadi keburukan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik dan Allah meridhoi. Aaamiiin.