Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali
Kamis, 01 Mei 2014
Sebuah Keyakinan
Jumat, 25 April 2014
Universitas Kehidupan
Seseorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata.
Periode Introspeksi Diri
Berpikir positif dan cobalah menyelesaikannya meskipun perlu berjalan perlahan.
Memang takkan semudah rangkaian kata yang kutuliskan, tapi beginilah salah satu upaya seorang manusia membangkitkan lagi semangat yang sempat fluktuasi dan nyaris pudar.
Selasa, 22 April 2014
Periode Galau
Senin, 21 April 2014
Rumit Fluktuasi
Aku ingin seperti mereka, menikmati setiap langkah, setiap proses hidup, dengan banyak cerita.
Mereka mengekspresikan seluruh hidupnya sehingga terlihat mengagumkan.
Aku ingin hal yang sama tapi tak mampu kulakukan.
Terkadang keterbatasan menjadikan kita istimewa, namun tak jarang pula membatasi kita melakukan hal yang ingin dilakukan.
Apakah hidup hanya sebatas ini?
Aku ingin seperti dalam cerita drama yang selalu berakhir indah setelah problema hidup mengujinya. Tapi nyatanya kehidupan nyata memang tak sesederhana itu.
Kehidupan itu rumit. Tak mudah dimengerti. Ada saja kejutan-Nya yang mungkin akan membuat kita semakin tangguh atau malah terpuruk semakin jauh.
Apakah aku harus bertahan? Atau, bagaimana aku bisa bertahan?
Apakah aku perlu bersabar? Atau, bagaimana aku bisa bersabar?
Tak tahu apa yang kulakukan.
Tak tahu apa yang ingin kulakukan.
Tak tahu apa yang harus kulakukan.
Tak tahu bagaimana aku memulai.
Tak tahu bagaimana aku menyelesaikan.
Segala sesuatunya terasa mengambang. Tak tepat di dasar dan tak pula di permukaan.
Bergerak tak berubah, tak bergerak pun tak beda.
Aku masih saja tak pahami alur cerita ini.
Fluktuasi.
Senin, 17 Maret 2014
Sendiri
Selasa, 11 Februari 2014
Sosok bersahaja
Dia memang orang biasa.
Tapi pekerjaannya sungguh mulia.
Baru kusadar betapa indah senyum yang dia punya.
Tatapannya tajam tepat mengena lubuk hati.
Untuk terakhir kalinya, dalam masa sulit, wajahnya cerah mampu mengobati suasana hati.
Pun untuk terakhir kalinya, dia berikan senyuman itu dan tatapannya memancarkan auranya yang bersahaja.
Dan aku mengaguminya.
Biar kukenang sejenak masa itu karena mungkin esok tak lagi sama.
Biar kuulangi reka pertemuan dengannya hingga hari ini.
Biarkan ku tetiba tersenyum sendiri saat tak ada apapun terjadi. Abaikan saja, karena bisa jadi aku sedang mencoba menyimpan wajahnya dalam-dalam.
Tak ada yang salah. Tak ada yang tak benar. Di mataku semua tergambar indah..
Dan aku mengaguminya.