Dia memang orang biasa.
Tapi pekerjaannya sungguh mulia.
Baru kusadar betapa indah senyum yang dia punya.
Tatapannya tajam tepat mengena lubuk hati.
Untuk terakhir kalinya, dalam masa sulit, wajahnya cerah mampu mengobati suasana hati.
Pun untuk terakhir kalinya, dia berikan senyuman itu dan tatapannya memancarkan auranya yang bersahaja.
Dan aku mengaguminya.
Biar kukenang sejenak masa itu karena mungkin esok tak lagi sama.
Biar kuulangi reka pertemuan dengannya hingga hari ini.
Biarkan ku tetiba tersenyum sendiri saat tak ada apapun terjadi. Abaikan saja, karena bisa jadi aku sedang mencoba menyimpan wajahnya dalam-dalam.
Tak ada yang salah. Tak ada yang tak benar. Di mataku semua tergambar indah..
Dan aku mengaguminya.
Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali
Selasa, 11 Februari 2014
Sosok bersahaja
Jumat, 13 Desember 2013
Share: Tumblr: Kurniawan Gunadi
Please read it and keep smiling..
Subhanallah... MasyaAllah... :')
Click this link:
http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/66119848566/tulisan-dengan-siapa
Selasa, 10 Desember 2013
Jualan Wall Sticker
Numpang jualan temen yaa....
Bosen dengan tembok yang polos? Mau digambar menggunakan cat tapi mahal?
Wall sticker solusinya...!!!
Tidak hanya bisa ditempel di tembok, tapi jugabisa di lemari, di pintu, dan sebagainya.
Tidak merusak permukaan cat, antiminyak, antiair, aman buat anak-anak, dan yang pasti, aman buat kantong orang tua.Hehehe..
Wall sticker tersedia dalam ukuran kecil dan besar.
Untuk info dan pemesanan, silakan hubungicp: 085731227967
Mksi... Semoga bermanfaat... :)
Senin, 09 Desember 2013
I wish I can do... :|
Pertemuan itu diawali dengan perkenalan, sambil tersenyum kupersilakan mereka duduk. Lalu kutanya keluhannya, mendiagnosa, membuat perencanaan perawatan, dan akhirnya mulai merawat berusaha sesuai prosedur. Tahap demi tahap kulakukan sebaik mungkin, semampuku, dan kubuat laporannya. Di akhir perawatan, ketika semua tahap telah selesai, kutanyakan kembali keluhannya, perasaannya, dan sebagainya. Aku tak peduli asal-usul mereka, status mereka, atau apapun yang berhubungan dengan kasta. Dan ketika mereka mengatakan tak ada keluhan, kemudian memberikan senyuman dan berucap terima kasih setulus hati, Oh Tuhan, kusadari sesungguhnya keberhasilan dari semua pelayanan, perawatan yang kuberikan hanyalah mendapatkan senyuman itu. Senyuman itu. Setulusnya. Itu saja. I wish I can do it...
Sabtu, 07 Desember 2013
Lilin
Ada seorang sahabat bertanya, "Apa yang terlintas dibenakmu tentang lilin?". Lalu spontan aku menjawabnya, "Kehidupan". Dia pun bertanya alasanku. Aku berpikir sejenak. Entahlah, pikiran itu terlintas begitu saja. Tapi akan kupikirkan untuk memuaskan rasa ingin taunya. Hmm..., sebentar..
Lilin. Mungkin tak ada yang istimewa dari sebuah lilin. Dia hanya sebatang kecil yang habis dibakar habislah dirinya. Namun satu hal, dia tak menyerah untuk menerangi dunia dalam gelap meskipun remang-remang. Dia menerangi dunia dengan begitu indah. Meskipun hanya setitik cahaya, tapi lilin memberi penerangan, memberi kehidupan. Selain itu, dengan lilin, suasana bisa menjadi terasa manis, romantis, hangat, tenang, damai, dan sebagainya. Aku rasa begitu...
Selasa, 19 November 2013
Aku percaya
Tekadku saat ini adalah selesaikan apa apa yang harus diselesaikan dan segera beralih pada hal lainnya yang lebih menyenangkan. Aku berusaha untuk tidak menyerah meskipun aku tau bahwa aku telah kalah pada keadaan. Mungkin aku takkan menemukan lentera jiwa itu, tapi aku percaya bisa melewati semuanya, meskipun dengan mengabaikan ekspresi diri, aku tau ini belum saatnya untuk menyerah, hadapi saja, dan selesaikan. Aku meyakini Tuhan takkan tinggal diam menyaksikan jalan manusia. Segala sesuatu telah diatur-Nya dan aku percaya ada rencana indah dari Tuhan untuk menggantikan yang sudah usang...
Jumat, 11 Oktober 2013
Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku
Ingin sekali rasanya aku mempersiapkan diri untuk matiku esok. Entah aku merasa dia akan segera menjemputku atau mungkin itu hanya sugestiku atau sekedar perasaan bersalah karena masih belum mampu menyempurnakan imanku.
Aku sangat mensyukuri hidupku hingga saat ini meskipun aku hanya bisa melakukannya dengan bersujud syukur, menangis, atau sekedar berucap terima kasih atas nikmat ini. Meskipun terkadang aku tak mengerti bagaimana mengisi hidup agar senantiasa memberi manfaat.
Aku juga mensyukuri nikmat Tuhan atas keluarga yang sangat mencintaiku. Berkat mereka aku bisa seperti sekarang ini, memiliki hidup semacam ini.
Aku juga mensyukuri nikmat Tuhan atas sahabat kerabat yang sangat menyayangiku. Berkat mereka aku masih mampu bertahan berdiri di sini, menikmati hidup semacam ini.
Untuk kalian, terima kasih karena kau mencintaiku... :)
Karena kalian, aku terharu... ;)