oleh: Ust. Akhmad Arqom
"Perjalananmu jauh, engkau selalu membutuhkan kenyamanan sepanjang waktu, oleh karenanya hibur dan segarkan selalu jiwamu."
Engkau mungkin merasa sepi sendiri, karena jauh dari orang-orang yang mencintai dan menyayangimu...
Janganlah kau biarkan kesepian itu semakin menyedihkanmu... Segeralah basahi dirimu dengan air wudhu... lalu tenggelamkan dirimu dalam ruku' dan sujud panjang pada TUHANmu, sebab hanya DIA yang bisa menemani, menenangkan, dan kembali menyegarkan jiwamu tanpa pernah terputus dengan waktu...
Engkau mungkin merasa lelaaaaaah sekali karena hari-harimu terasa begitu panjang kau jalani demi mewujudkan mimpi besar hidupmu... sementara tenaga dalam dirimu serasa tidak lagi memadai membantumu melangkah berjuang...
Jangan biarkan kelemahanmu itu semakin terus menggerus tenaga hidupmu... segeralah lipat gandakan kekuatanmu kembali bersama lantunan tenang dan khusyu' nama-nama dan ayat-ayat TUHANmu yang kau ucapkan dari lisan, pikiran, perasaan, dan hatimu dengan memelas tulus meminta kembali kesegaran dan kekokohan dari TUHAN mu...
Engkau mungkin tiba-tiba merasa takut dan ingin rasanya waktu bisa kau hentikan putarannya... sebab sepertinya bekal menghadap TUHANmu tidak cukup banyak kau kumpulkan dari waktu ke waktu
Itu sesungguhnya perasaan semua saudara-saudaramu, karena semakin insyaf oleh berlalunya waktu yang tidak banyak diisi dengan bekal untuk bertemu dan betanggung jawab di hadapan SANG PEMILIK HIDUP kelak di akhir waktu...
Masih ada waktu untukmu... Segeralah berketetapan hati dan teguhkan dirimu untuk memperbaiki jalan hidupmu agar bisa lurus kembali seperti kehendak TUHANmu... Semoga kelak, saat ruh terlepas dari jasadmu, engkau bisa menutup hidup dengan kalimat tauhidmu.
Kalau engkau memasuki masjid, rumah ruku' sujudmu, jangan engkau tergesa-gesa menyudahi ibadahmu.
Jadilah engkau orang terakhir yang keluar dari masjidmu itu, karena engkau berlama-lama memuas-muaskan dirimu menghibur jiwamu dengan nikmat dan lezatnya ibadahmu pada TUHANmu.
Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali
Jumat, 21 Desember 2012
Selasa, 04 Desember 2012
Introspeksi diri: Biarkan berbeda
Ini kisahku dengan seorang sahabatku. Cerita sederhana, tapi terkadang menjadi masalah rumit. Ini tentang prinsip dan gaya hidup.
Suatu prinsip memang tak pernah sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. Aku menganggap suatu hal tak boleh, tapi dia membolehkannya dan menganggap hal itu wajar saja. Aku tak biasa dengan gaya hidupnya dan menghindari berdebat dengannya hingga aku tak kembali membahasnya. Tapi ternyata justru mengalihkannya membuat dia memperbaiki semuanya dan beralih aku yang bersalah. Aku ingin maafnya, tapi tak sempat kukatakan. Lidahku kelu. Kupikir tak menjadi persoalan besar, tapi ternyata membesar. Sebenarnya tidak, tapi saat ini rasanya iya. Aku ingin maafnya.
Sobat, maafkan aku… aku sadari hatiku keras, tak seperti hatimu yang selembut kapas. Aku sadari pemikiranku terbatas, tak sepertimu yang berpikiran luas ke depan. Aku sadari perbedaan gaya hidup menjadi celah, tapi tak harus menjadi selisih antara kita, bukan? Sobat, maafkan aku… Kucoba mengertimu mulai saat ini, meski tak bisa mengikuti caramu menatapi persoalan apapun. Kau, tak perlu mencoba mengerti aku karena caraku terlalu rumit untuk kau mengerti. Biarkan kita berbeda.
Serumit apapun masalah kita, biarkan kita menjadi penengah. Menjadi pihak yang mengalah, tak berarti dia kalah. Ini memang bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini tentang bagaimana seseorang dapat berbesar hati menerima kenyataan yang tak sesuai dengan inginnya, berpikir positif, bersabar, ikhlas, dan tetap menghadapi semuanya dengan senyuman. Kekecewaan memang tak dapat dihindari oleh setiap orang. Yang berbeda adalah bagaimana mereka dapat menanggapinya, mengatasi persoalannya, dan mampu mengevaluasi diri, Aku memang tak sesempurna tulisan ini, tapi kucoba mengintrospeksi diri dan berbagi pengalaman ini agar setiap orang dapat mengambil ibroh (pelajaran) di dalamnya.
Suatu prinsip memang tak pernah sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. Aku menganggap suatu hal tak boleh, tapi dia membolehkannya dan menganggap hal itu wajar saja. Aku tak biasa dengan gaya hidupnya dan menghindari berdebat dengannya hingga aku tak kembali membahasnya. Tapi ternyata justru mengalihkannya membuat dia memperbaiki semuanya dan beralih aku yang bersalah. Aku ingin maafnya, tapi tak sempat kukatakan. Lidahku kelu. Kupikir tak menjadi persoalan besar, tapi ternyata membesar. Sebenarnya tidak, tapi saat ini rasanya iya. Aku ingin maafnya.
Sobat, maafkan aku… aku sadari hatiku keras, tak seperti hatimu yang selembut kapas. Aku sadari pemikiranku terbatas, tak sepertimu yang berpikiran luas ke depan. Aku sadari perbedaan gaya hidup menjadi celah, tapi tak harus menjadi selisih antara kita, bukan? Sobat, maafkan aku… Kucoba mengertimu mulai saat ini, meski tak bisa mengikuti caramu menatapi persoalan apapun. Kau, tak perlu mencoba mengerti aku karena caraku terlalu rumit untuk kau mengerti. Biarkan kita berbeda.
Serumit apapun masalah kita, biarkan kita menjadi penengah. Menjadi pihak yang mengalah, tak berarti dia kalah. Ini memang bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini tentang bagaimana seseorang dapat berbesar hati menerima kenyataan yang tak sesuai dengan inginnya, berpikir positif, bersabar, ikhlas, dan tetap menghadapi semuanya dengan senyuman. Kekecewaan memang tak dapat dihindari oleh setiap orang. Yang berbeda adalah bagaimana mereka dapat menanggapinya, mengatasi persoalannya, dan mampu mengevaluasi diri, Aku memang tak sesempurna tulisan ini, tapi kucoba mengintrospeksi diri dan berbagi pengalaman ini agar setiap orang dapat mengambil ibroh (pelajaran) di dalamnya.
Minggu, 25 November 2012
Motivasi dan Doa
"Tuhan
tak pernah tidur, Tuhan tak pernah menghilang. Tuhan selalu ada bahkan tak
sedikit pun berjarak dengan hamba-Nya. Tuhan tak pernah pergi, walau langkah
kaki kita terlalu sering meninggalkannya. Ia tak pernah lupa menolong kita
sekali pun khilaf memenuhi sikap dan tingkah laku kita. Ia ada bagi
hamba-hamba-Nya yang percaya. Ia dekat dalam tiap sujud dan doa-doa.” (Andi Arsyil Rahman Putra)
“Sebuah
ucapan adalah jembatan menuju impian. Mimpi adalah 50 persen ketika diucapkan,
berubah menjadi 70 persen ketika dituliskan, dan bertambah penuh menjadi 100
persen ketika diiringi dengan doa dan kesungguhan.” (Rosmaya Hadi)
“Aku
sendiri tak tahu harus bagaimana mendefinisikan sebuah kesuksesan. Karena
bagiku harta bukan ukuran sebab menempati posisi sebagai yang memberi (tangan
di atas) dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain adalah definisi
kesuksesan yang jauh lebih penting.” (Rosmaya
Hadi)
“Jika
kita merasa tidak memiliki hal yang berharga lagi dalam kehidupan ini,
ketahuilah kita selalu memiliki karunia berharga pemberian Tuhan.” (Andi Arsyil Rahman Putra)
“Sang
penggenggam harapan memiliki mimpi yang mereka perjuangkan…
Sang
penggenggam harapan akan hidup dengn impiannya bukan hidup dalam impian.
Sang
penggenggam harapan meyakini akan sebuah takdir yang baik dan buruk…
Dan
setiap manusia memiliki hasrat dan mimpi, tetapi keinginan dan kehendaknya
mengikuti keinginan dan kehendak Tuhannya.
Tidak
ada yang kebetulan dalam hidup ini…
Hanya
satu tabir yang mampu mengubahnya dengan harapan, yang dibalut dengan cinta
yang diiringi dengan doa dan usaha.” (Andi
Arsyil Rahman Putra)
Bismillahirrohmanirrohim…
Ya
Tuhanku, aku sang pendoa yang merintih di antara lafal doa yang terlalu banyak
terpatah kata. Aku pendoa yang mendoa tertatih pada agung asma-Mu yang indah,
meretas dalam sukma, hingga kelu lidah terpana cinta yang begitu nyata. Basuh
aku dengan ampunan-Mu yang Maha Agung dan Sempurna, hingga luruh segala khilaf
dan salah…
Ya
Tuhanku, aku pendoa yang merangkai impian bertemu dengan-Mu dalam dekapan
paling hangat, hingga kutahu ke mana harus menjual nyawa, maka tamatkanlah
riwayatku dalam keagungan nyata karena membela sebuah asa meninggikan
kalimat-kalimat-Mu, tercatat dalam kitab-Mu sebagai hamba taat yang mengais
ridho-Mu…
Tuhanku,
aku pendoa yang duduk membisu di balik fajar singgasana-Mu, yang mengharap
permohonanku Kau ijabah pada satu titik temu, maka kabulkanlah ya Tuhan,
tegaskan asaku dalam istighfar, dan beri aku segenggam kekuatan dalam tasbih
yang kulantunkan…
Aamiin
ya Robbala’lamin…
Wahai
pengabul pinta, aku hamba kecil-Mu yang berjalan tak tentu arah jika tanpa
petunjuk-Mu, aku hanya berkhayal tanpa aturan dan bermimpi tanpa bimbingan…
Wahai
pengijabah harap, aku hamba kecil-Mu yang mendayung perahu sampan di atas
lautan gelombang, yang tanpa pertolongan-Mu sudah terhanyut dan terseret ombak
ke samudra paling dalam…
Perkenankanlah
aku meminta, di antara fajar pagi yang penuh harap dan cinta.
Perkenankanlah
aku mengiba, di antara rinai hujan yang Kau turunkan sebagai karunia di atas
cahaya, dan ijinkan aku memilikinya, walau sedikit saja, untuk kusimpan, dan
kujadikan pegangan…
Wahai
pewujud impian, dalam renungku, aku berharap Kau dengar pintaku, meraba bahagia
agar tak jauh dariku, memohon belas agar apa pun cobaan yang Kau ujikan dapat
kulalui tanpa letih kepayahan…
Tuhanku,
seketika aku mengetuk harap, bersimpuh di pintu-Mu, terus menengadah, tanpa sekali
pun mampu berpaling dari cinta-Mu…
Aamiin
ya mujiibudda’waat wa qaadiyah haajat...
Wahai
yang Maha Penyayang,
Terima
kasih untuk semua saying yang Engkau ciptakan di antara hidup yang keras dan
terjal.
Terima
kasih karena telah memberikan semua ini dalam hidup kami.
Terima
kasih untuk keluarga yang hangat, untuk sahabat-sahabat yang hebat, untuk
teman-teman yang baik, untuk semua kasih saying yang tak pernah berhenti Engkau
nyatakan meski berulang kali kusakiti dan kukhianati...
Wahai
yang Maha Kuasa,
Hadirkanlah
senantiasa kebesaran-Mu pada langitku, hingga kumiliki langit hati yang jauh
lebih hidup dari yang pernah kulihat dalam lukisan-lukisanku, yang penuh dengan
kecintaan dan rasa syukur pada-Mu, yang penuh dengan pemujaan dan pengharapan
hanya pada-Mu, maka apalah yang dapat kulakukan selain meminta-Mu menjadikannya
milikku, untuk hidup dan matiku, untuk dunia dan akhiratku...
Wahai
yang Maha Tahu,
Janganlah
Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, janganlah
Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk
kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi-Mu. Sesuangguhnya
Engkau Maha Pemberi karunia. Ampunilah segala dosa kami yangs erring mendzalimi
diri kami sendiri...
Wahai
yang Maha Pengampun,
Sesungguhnya
Engkau Maha Mengetahui rahasia kami yang tersembunyi dan amal perbuatan kami,
Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu maka terimalah
ratapan kami, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dengan Nur (Cahaya-Mu),
kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, ilmu
bermanfaat, rejeki yang berkah, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu,
dan kebajikan-Mu jualah kami berada di waktu pagi dan petang...
Wahai
yang Maha Pengasih,
Engkau
tahu bahwa kehadiran kami di dunia ini merupakan asbab dari mereka. Sayangilah
kedua orang tua kami, jika sekuat tenaga kami tak mampu membalas segala
kebaikan mereka, maka tolonglah kami karena Engkaulah sebaik-baiknya pembalas
segala kebaikan. Sayangilah kedua orang tua kami, sayangilah saudara-saudara
kami, merekalah yang telah banyak berkorban demi kehidupan kami.
Untuk
kedua orang tua/saudara kami yang tengah memulai perjalanan menuju tempat
kekal, tempatkanlah mereka di sisi-Mu yang terindah, ampunilah dosa-dosa mereka,
dan jauhkanlah mereka dari siksa api neraka-Mu. Untuk kedua orang tua/saudara
kami yang masih ada, berkahilah kehidupan mereka, ringankanlah beban hidup
mereka, jauhkanlah mereka dari marabahaya, dan balaslah cinta mereka kepada
kami dengan cinta-Mu yang begitu indah.
Wahai
Sang Pemilik kehidupan, langit, bumi, dan segala isinya, jika Engkau kehendaki
maka tidak ada satu pun kekuatan yang mampu melawan-Mu.
Wahai
yang Membolak-balikkan hati,
Karuniakanlah
kebaikan bagi kami dalam beragam, yang merupakan kunci kehormatan bagi kami.
Karuniakan kebaikan kepada kami di dunia, yang merupakan tempat kami menjalani
hidup. Karuniakanlah kebaikan akhirat bagi kami, yang merupakan tempat kami
kembali. Jadikan kehidupan kami senantiasa lebih baik, jadikan kematian sebagai
kebebasan kami dari segala keburukan, jadikan umur terbaik kami di penghujung,
jadikan amal terbaik kami di penutupnya, dan jadikanlah hari terbaik kami saat
bertemu dengan-Mu.
Wahai
yang Maha Agung,
Hati
kami ingin selalu dekat kepada-Mu. Walau lelah dan tertatih, adakah yang lebih
sejati dan lebih bisa kupercaya selain cinta-Mu. Saat harapan tertinggi hanya
tertuju pada-Mu, pertemukanlah karunia-Mu dengan hidup kami, dengan hidup dan
mati kami. Persatukanlah secepat kasih sayang yang selalu bisa Kau sampaikan
agat tak berjeda, lagi tak berjarak apa-apa, biar harapan kami kali ini
membantu kami melukis asma-Mu di setiap langit hingga langit ke tujuh, maka
kokohkanlah yang telah ada hingga berakar di dasar kalbu tanpa pernah tercabut
waktu, sampai ajal menjemput kami, maka eratkanlah simpulnya ya Rahman, maka
sempurnakanlah dengan nama-Mu, agar tak pernah terpaling, dan menjauh agar tak
pernah hilang dan berlalu. Bila ini kehendak-Mu, maka abadikanlah ya Allah,
abadikan hingga ke surga-Mu. Maka dengan sepenuh hati ini, hati yang Kau beri
pada kami, hambakan hati kami dengan penghambaan kepada-Mu, agar tak pernah
sekalipun kami berjalan melupakan-Mu. Jika kelak kami akan kembali pada-Mu,
jadikanlah kami jiwa-jiwa yang merindukan kematian kami sendiri karena
merindukan pertemuan dengan-Mu. Panggil kami dalam keadaan berpegang teguh pada
agama-Mu, memegang takwa ajaran-ajaran-Mu. Panggil kami dengan hanya nama-Mu
dalam sisa napas kami yang terakhir. Panggil kami dengan hanya asma-Mu yang
tersisa di akhir kata yang kami lafadzkan. Panggil kami, panggil kami, dalam
keadaan sebaik-baiknya, dalam keadaan setakwa-takwanya, dalam iman yang
sekokoh-kokohnya, dalan cinta kepada-Mu yang sebesar-besarnya.
Wahai
satu-satunya pengabul harapan dan doa-doa kami, jika sudi, iringilah setiap
penggal napas yang tersisa, agar mampu kujadikan harapan-harapan yang indah nan
suci, menjelma menjadi harapan yang mampu menopang gundah gulana, yang mampu
meluluhlantahkan paradigna paksa dari kehidupan semu yang hanya bisa terpatri dalam
sebuah keyakinan dan keteguhan hati.
Tuhanku,
jadikan aku manusia yang pandai tersenyum dalam kepedihan, yang pandai bersabar
dalam kesulitan dan pandai untuk tegar dalam setiap penderitaan. Engkaulah yang
Maha Mengetahui rencana hidup yang indah. Berikanlah dalam hati kami senantiasa
cahaya paling sejati dalam keagungan dan kebesaran-Mu, hingga tak pernah lelah
hati dan piker kami mendekat pada-Mu, karena Engkaulah satu-satunya tempat kami
menaruh harap, karena Engkaulah satu-satunya tempat doa kami akan dijawab.
Maha
Benar Engkau dengan segala keagungan-Mu, Maha Suci Engkau dengan segala
kuasa-Mu, bukakanlah pintu langit-Mu agar permohonan ini sampai pada
singgasana-Mu, Wahai Tuhan kami. kami mohon dengan sangat… kami mohon dengan
sangat…
Aamiin ya mujiibassaailiin…*Dikutip dari buku "HOPE: Dream, Desire, Destiny" oleh Andi Arsyil Rahman Putra
Siapkan esokmu hari ini
Entah akan seperti apa esok. Pikirkanlah sekarang. Kehidupan dunia memang takkan pernah mudah. Selalu ada batu terjal yang akan menghalang. Semua ingin kau bahagia. Memang dengan cara yang berbeda. Mungkin memang tak seperti yang kau mau. Tapi cobalah mengerti ingin mereka. Bukankah hidup akan terasa indah jika kita bisa memberi bahagia pada orang lain. Tak peduli sesulit apa kau melangkah, apa yang kau dapatkan esok pasti takkan membuatmu menyesali apapun yang telah kau lakukan sekarang. Diam memang takkan menyelesaikan masalah. Namun, jadikanlah diam sebagai kesempatanmu memikirkan apa yang perlu kau lakukan. Bukan hanya untuk mereka, tapi juga untukmu kelak. Yakinlah pada dirimu bahwa kau bisa melakukannya. Tak perlu khawatir banyak hal tak bisa kau lakukan, karena memang setiap orang diciptakan tidak hanya dengan kelebihan, melainkan juga dengan kekurangan. Tak harus bisa menyelesaikan semuanya. Kau hanya perlu mengusahakannya. Itu saja...
Ya ALLAH, kuatkan mereka yang selalu mendoakanku. Tegarkan mereka yang selalu kusakiti. Besarkan hati mereka yang selalu kukecewakan. Lindungi mereka yang selalu menyayangiku. Bahagiakan mereka yang selalu ada untukku. Jangan buat mereka bersedih karenaku. Jangan biarkan mereka menangis karenaku..
Ya ALLAH, kuatkan mereka yang selalu mendoakanku. Tegarkan mereka yang selalu kusakiti. Besarkan hati mereka yang selalu kukecewakan. Lindungi mereka yang selalu menyayangiku. Bahagiakan mereka yang selalu ada untukku. Jangan buat mereka bersedih karenaku. Jangan biarkan mereka menangis karenaku..
Jumat, 23 November 2012
Hati Cinta
Mungkin mata tak
dapat melihatnya
Tangan tak dapat
menjamahnya
Lisan tak mampu
bertutur padanya
Langkah tak
sanggup mendekatinya
Tapi hati selalu
mampu menghadirkannya
Hati selalu
dapat merabanya
Hati selalu
mampu merasanya
Karena
hati adalah cinta…"Dengan menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, pilihkanlah bagiku mana yang baik bagiku menurut Ilmu-Mu, dan memohon kepada-Mu kekuatan dengan Kodrat-Mu, dan aku memohon dengan Karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.Ya ALLAH, jika memang telah Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusan agamaku dan penghidupanku, serta akibat urusanku, maka takdirkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, serta berkatilah bagiku di dalamnya. Tetapi jika Engkau ketahui perkara ini buruk bagiku dalam urusan agamaku dan penghidupanku, serta akibat urusanku, maka hindarkanlah ia bagiku dan jauhkanlah pula aku daripadanya. Dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimana saja adanya, lalu jadikan hatiku meridhoinya."
Jumat, 26 Oktober 2012
Share: Enam Cara Sederhana Kurangi Stres saat Bekerja
Bekerja dapat membuat Anda stres. Sederhana saja sebabnya. Telepon tidak berhenti berdering. Rekan kerja di seberang Anda tidak berhenti bicara. Ada banyak hal yang harus dilakukan, namun waktunya terbatas.
Anda tidak dapat mengatur segala hal di lingkungan kerja, namun ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan Anda.
1. Fokus pada satu tugas
Jika Anda merasa seperti ditarik ke berbagai arah, mungkin memang itulah yang terjadi. Ketika Anda merasa sangat gelisah, fokuslah untuk menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu. Tutup semua browser, situs internet dan semua aplikasi kecuali yang memang Anda perlukan.
Tutup email dan matikan nada dering telepon seluler. Berkonsentrasilah untuk menyelesaikan satu atau dua hal kemudian segarkan diri dan pulihkan energi Anda sambil membaca pesan yang mungkin terlewatkan.
2. Cari sinar matahari
Ketika bekerja di dalam ruangan kantor yang sama sepanjang hari, mudah untuk kehilangan sudut pandang dan email dari atasan atau berkas yang hilang dapat membuat seakan-akan saat itu adalah akhir dari dunia. Namun beberapa menit berada di luar ruangan dapat memberi Anda sudut pandang baru, membuat semua hal itu tidak seburuk kelihatannya.
Sinar matahari secara ilmiah telah terbukti dapat membuat Anda lebih bahagia. Tingkat serotonin (sejenis hormon yang memberi rasa nyaman) Anda dapat meningkat saat terkena cahaya yang terang, itu sebabnya mengapa suasana hati umumnya menjadi lebih baik saat musim panas. Saat bekerja, nikmati istirahat minum kopi atau makan siang di tempat yang terdapat sinar matahari. Atau, lakukanlah jalan-jalan singkat di luar ruangan jika rasa stres tiba-tiba muncul.
3. Bersihkan tempat kerja
Sulit untuk tidak merasa tertekan ketika meja Anda dipenuhi oleh berbagai kertas, berkas dan catatan-catatan bertumpuk serta yang sengaja ditempel untuk menarik perhatian Anda. Para ahli menyarankan untuk mengawali dan mengakhiri hari Anda dengan merapikan tempat kerja. Saya juga terkadang tidak melakukannya, namun saya mencoba untuk menjaga kebersihan.
4. ‘Go green’
Memelihara tanaman di kantor atau ruangan Anda dapat mengurangi stres, meningkatkan kesehatan Anda, dan bahkan menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Washington State University menemukan bahwa para partisipan di dalam sebuah laboratorium komputer kampus yang memiliki tanaman dapat bereaksi lebih cepat, sedikit stres dan lebih bisa fokus dibandingkan dengan rekan mereka yang berada di ruangan yang tidak terdapat tanaman.
5. Nikmati teh hijau
Teh hijau (minuman yang dikonsumsi paling banyak kedua di dunia setelah air) memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres. Sebuah penelitian besar di Jepang yang menghubungkan teh hijau dengan berkurangnya tingkat stres dipublikasikan di “American Journal of Clinical Nutrition”. Teh hijau mengandung asam amino L-tanin, yang membuat tenang dan menjaga daya konsentrasi Anda. Teh hijau mengandung kafein yang cukup dan lebih ramah terhadap tubuh dibandingkan kopi.
6. Berolahraga
Tidak peduli seberapa padatnya jadwal Anda, sisihkan waktu untuk berolahraga. Olahraga yang baik dapat membantu menghilangkan stres, menjaga rutinitas dan berpikir secara jernih. Aktivitas fisik membantu tubuh Anda menghasilkan lebih banyak endorfin (sejenis hormon yang memberi rasa bahagia), untuk menjaga suasana hati Anda tetap baik bahkan ketika hari-hari terasa sulit. Presiden Obama bahkan rutin melakukan latihan kebugaran, mengandalkan olahraga untuk memperkuat hidupnya.
Cara menyeimbangkan stres berbeda bagi setiap orang, kuncinya mengetahui apa yang cocok bagi Anda. Apa yang Anda lakukan untuk tetap tenang dan menjaga kewarasan di tempat kerja?
http://id.she.yahoo.com/6-cara-sederhana-kurangi-stres-saat-bekerja.html
Selasa, 16 Oktober 2012
Ikhlas, Berpikir Positif, dan Introspeksi Diri
Ada seorang teman bertanya
tentang sebuah ketulusan, persahabatan, dan cinta.
Ketika melihat sahabat kita
berbahagia, patutlah kita sebagai teman yang paling dekat dengannya turut
merasakan bahagianya. Ketika sahabat bersedih, sepantasnya kita sebagai
kerabatnya ikut menanggung perih. Tapi, ketika rasa empati yang seharusnya ada
malah terjadi sebaliknya, bagaimana? Bagaimana kita menghapus rasa iri hati
kepada orang lain ketika orang itu mendapat kesuksesan, padahal dalam hati tak
ingin memiliki penyakit hati, tapi perasaan buruk itu selalu saja muncul?
“Setiap anak Adam tidak luput
dari kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang
bertaubat.” (HR Tirmidzi).
Aku tak akan membicarakan tentang indahnya memaafkan saat ini, tapi aku sekedar mencoba sedikit mengkaji tentang hadist tersebut dari sudut pandangku terkait kasus seorang teman tadi. Kawan, tak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini. Jadi jangan pernah mengharapkan bahwa aku, engkau, atau siapa pun akan bersikap dan berkata selalu benar. Setiap harinya, di setiap jam, menit, bahkan detik, bisa jadi kita melakukan kesalahan, baik disadari maupun tidak. Berikut juga tentang rasamu. Melihat orang lain, apalagi saudara kita, ketika mendapatkan keberhasilan di atas kegagalan kita, tak dipungkiri ada sedikit/banyak rasa iri. Rasa iri pastilah ada. Wajar sebagai manusia. Tapi, apakah rasa iri harus terus-menerus kita biarkan dalam hati? Tidak. Mungkin awalnya berat menerima, tapi sekali lagi, berpikir positiflah. Mungkin kegagalan ini memang karena usaha kita yang belum memadai. Aku takkan mengatakan kegagalan adalah awal kesuksesan. Setiap kegagalan yang kita dapatkan, biarkan menjadi pelajaran saja, dan berpikir untuk memperbaikinya di masa mendatang. Sebagai manusia, kita hanya boleh iri dalam dua hal, yaitu pertama iri dalam hal ilmu yang bermanfaat dan kedua iri dalam hal harta yang dikeluarkan di jalan ALLAH. Istighfar. Kata-kata lazim yang seharusnya kita kretek setiap waktu dalam hati. Seberapa banyak kali kita menyebutnya tak berarti. Biarkan tak berbatas. Astaghfirullahal’adzim… lebih aman mengucapkannya berkali-kali. Mungkin ini salah satu cara menenangkan diri. Memang tak semua orang bisa melakukannya, tapi tak ada salahnya mencoba mendekatkan diri pada ALLAH dengan cara berucap dzikir-dzikir sederhana seperti ini.
Aku tak akan membicarakan tentang indahnya memaafkan saat ini, tapi aku sekedar mencoba sedikit mengkaji tentang hadist tersebut dari sudut pandangku terkait kasus seorang teman tadi. Kawan, tak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini. Jadi jangan pernah mengharapkan bahwa aku, engkau, atau siapa pun akan bersikap dan berkata selalu benar. Setiap harinya, di setiap jam, menit, bahkan detik, bisa jadi kita melakukan kesalahan, baik disadari maupun tidak. Berikut juga tentang rasamu. Melihat orang lain, apalagi saudara kita, ketika mendapatkan keberhasilan di atas kegagalan kita, tak dipungkiri ada sedikit/banyak rasa iri. Rasa iri pastilah ada. Wajar sebagai manusia. Tapi, apakah rasa iri harus terus-menerus kita biarkan dalam hati? Tidak. Mungkin awalnya berat menerima, tapi sekali lagi, berpikir positiflah. Mungkin kegagalan ini memang karena usaha kita yang belum memadai. Aku takkan mengatakan kegagalan adalah awal kesuksesan. Setiap kegagalan yang kita dapatkan, biarkan menjadi pelajaran saja, dan berpikir untuk memperbaikinya di masa mendatang. Sebagai manusia, kita hanya boleh iri dalam dua hal, yaitu pertama iri dalam hal ilmu yang bermanfaat dan kedua iri dalam hal harta yang dikeluarkan di jalan ALLAH. Istighfar. Kata-kata lazim yang seharusnya kita kretek setiap waktu dalam hati. Seberapa banyak kali kita menyebutnya tak berarti. Biarkan tak berbatas. Astaghfirullahal’adzim… lebih aman mengucapkannya berkali-kali. Mungkin ini salah satu cara menenangkan diri. Memang tak semua orang bisa melakukannya, tapi tak ada salahnya mencoba mendekatkan diri pada ALLAH dengan cara berucap dzikir-dzikir sederhana seperti ini.
Ketika seorang kerabat dalam keadaan futur sehingga diri menjadi kesal karenanya, apa yang harus kita lakukan untuk menghapusnya? Seperti pertanyaan sebelumnya hanya berbeda kondisi. Kehidupan manusia itu seperti roda yang selalu berotasi. Ada saatnya manusia berada di atas, dan ada saatnya manusia berada di bawah. Ada saatnya keimanan seseorang berada di puncaknya, ada saatnya di mana keimanannya melemah. Entah karena suatu hal. Mungkin saat ini dia sedang memiliki masalah, atau bisa jadi terpengaruh oleh lingkungan sehingga membuat perilakunya berubah. Intinya, tidak ada salahnya mencoba berbasa-basi, menanyakan masalah yang sedang dihadapi saat ini, atau jika tidak, biarkan dia dengan sikapnya saat ini hingga akhirnya kembali seperti sebelumnya. Tak ada yang mampu mengartikan isi hati manusia. Kadang lisan mengatakan baik-baik saja, belum tentu hati dalam keadaan baik. Biarkan dia tenang dengan pikirannya. Jika hati sudah terlanjur kesal dengan sikap futurnya, alangkah lebih baik jika kita menghindari pertemuan untuk sementara waktu. Jangan sampai suasana hati yang tidak baik menjadikan sikap kita menjadi tidak baik dan akhirnya menimbulkan permusuhan.
Lalu, tentang hasil belajar yang kadang tak lebih memuaskan daripada mereka yang hanya berusaha sekedarnya? Salahkah perasaan kesal terhadap mereka? Kawan, bukankah belajar juga merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada ALLAH? Bukankah kita belajar juga untuk mendapatkan ridho-Nya? Atau, apakah belajar kita semata-mata hanya untuk mengejar nilai yang takkan ada habisnya menjadi persoalan? Atau, bisa jadi, tanpa kita tau, mereka lebih keras berjuang daripada kita? Secara pribadi, saat ini, sebagai seorang penuntut ilmu, mungkin nilai adalah tujuan utama. Tapi, entah bagaimana caranya, aku berusaha untuk berpikir positif. Sekali lagi berpikir positiflah. Mungkin tak sekarang, tapi aku yakini bahwa apa yang telah kita tanam pasti akan kita panen hasilnya. Mungkin tak sekarang, mungkin besok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau mungkin di akhirat nanti, entah kapan. Seberapa besar perjuangan kita, biarkan ALLAH saja yang menilai. Mungkin ini terlalu naïf. Tapi apa yang bisa kita perbuat dengan kenyataan seperti itu. Kita tak mungkin hanya kesal, pesimis, dan terdorong untuk berbuat curang seperti mereka, kan? Yang bisa kita lakukan hanya mencoba melakukan yang terbaik. Just it.
Jangan pernah menyerah dengan apa yang sudah kita alami selama ini, Kawan…
Hidupmu
indah bila kau tau jalan mana yang benar… Harapan ada jika kau percaya…
Allahu'alam bish showab...
Langganan:
Postingan (Atom)