Senin, 21 April 2014

Rumit Fluktuasi

Melihat semangat dan kerja keras mereka menjadikan hidupku terkesan teramat rumit dalam pandanganku.
Aku ingin seperti mereka, menikmati setiap langkah, setiap proses hidup, dengan banyak cerita.
Mereka mengekspresikan seluruh hidupnya sehingga terlihat mengagumkan.
Aku ingin hal yang sama tapi tak mampu kulakukan.
Terkadang keterbatasan menjadikan kita istimewa, namun tak jarang pula membatasi kita melakukan hal yang ingin dilakukan.
Apakah hidup hanya sebatas ini?
Aku ingin seperti dalam cerita drama yang selalu berakhir indah setelah problema hidup mengujinya. Tapi nyatanya kehidupan nyata memang tak sesederhana itu.
Kehidupan itu rumit. Tak mudah dimengerti. Ada saja kejutan-Nya yang mungkin akan membuat kita semakin tangguh atau malah terpuruk semakin jauh.

Tak tahu bagaimana harus kukatakan.
Apakah aku harus bertahan? Atau, bagaimana aku bisa bertahan?
Apakah aku perlu bersabar? Atau, bagaimana aku bisa bersabar?
Tak tahu apa yang kulakukan.
Tak tahu apa yang ingin kulakukan.
Tak tahu apa yang harus kulakukan.
Tak tahu bagaimana aku memulai.
Tak tahu bagaimana aku menyelesaikan.
Segala sesuatunya terasa mengambang. Tak tepat di dasar dan tak pula di permukaan.
Bergerak tak berubah, tak bergerak pun tak beda.
Aku masih saja tak pahami alur cerita ini.
Fluktuasi.
 
 

Senin, 17 Maret 2014

Sendiri

Aku tau aku sendiri di sini, tapi tak berarti aku tak mampu menyelesaikan hidup ini sebaik mungkin.
Aku tau aku sendiri di sini, tapi takkan kubiarkan hidup ini menjadi tak berarti.
Mungkin memang takkan ada cerita menarik di sini, tapi kutau aku mampu membuat cerita sendiri di duniaku sendiri.
Mungkin memang takkan ada rasa saat ini, tapi tak ingin kukatakan bahwa takkan ada rasa selamanya.
Aku tau tak banyak orang menyayangiku, mungkin karena tak banyak orang mengenalku.
Tujuan hidupku memang bukan untuk dikenal banyak orang, hanya saja aku ingin menjadi berarti bagi banyak orang.
Sukses. Satu kata yang ingin kuwujudkan, tapi dengan caraku sendiri, bukan karena kehendak mereka atau cita mereka, melainkan dengan asaku, citaku.
Sukses. Terkadang aku geli mendengarnya. Pernah kesal, marah, tersenyum sinis, dan sebagainya. Entah mengapa.
Aku tak ingin ada hati yang salah. Rasa yang tak benar. Aku ingin segalanya berjalan apa adanya tanpa basa-basi tak berisi atau sekedar harapan semu yang berarti sia-sia.
Aku ingin hidupku berjalan sewajarnya. Tak ingin seperti hidup orang lain yang penuh warna dan berhasil menerjang lika-liku hidup bersama orang-orang terkasih. Sudah cukup harapanku untuk bertahan di atas pijakanku sendiri, meski dengan hidup yang hanya dihiasi oleh hitam dan putih, serta jalanan yang terjal.
For me, life is flat. Hidup itu datar. Berarti jika kau membuatnya berarti, dan tak berarti jika kau tak memaknainya.
Datar tak berarti tak bermakna. Datar hanya kiasan. Rintangan selalu ada. Badai selalu menerjang, tapi rinai hujan pun takkan terlewatkan.
Aku tau tak selamanya hidup begitu-begitu saja.
Setiap manusia pun mengerti bahwa hidup tak bisa selamanya sendiri. Tapi kenyataannya kini aku masih sendiri.
Mungkin tak kusadari bahwa banyak orang yang besertaku.
Mungkin hanya tak kupahami bahwa selalu ada mereka yang menyertakan doa di setiap langkahku.
Mungkin aku hanya butuh memikirkan ini. Tapi aku pikir tak perlu waktu lama untuk memahami maksud ini.
Terlalu banyak hal yang seharusnya dipikirkan. Terlalu banyak masalah yang perlu diselesaikan. Terlalu banyak maksud yang seharusnya disampaikan. Terlalu banyak makna yang perlu diartikan. Terlalu banyak hal hingga akhirnya terlalu banyak hal yang terlewatkan.
Sudah biasa.
Yah, beginilah aku dan hidupku. Dan selalu begitu. Entah mengapa.
Mereka bilang aku perlu perubahan. Tapi aku katakan, ini bukan tentang perubahan, melainkan situasi yang memaksaku seperti ini.
Mereka bilang aku perlu perubahan. Tapi aku katakan, output selalu berbanding lurus dengan input.
Cepat atau lambat, mau atau tidak mau, tetap saja saat itu pasti datang, meski akan terkesan memaksakan.

Selasa, 11 Februari 2014

Sosok bersahaja

Dia memang orang biasa.
Tapi pekerjaannya sungguh mulia.
Baru kusadar betapa indah senyum yang dia punya.
Tatapannya tajam tepat mengena lubuk hati.
Untuk terakhir kalinya, dalam masa sulit, wajahnya cerah mampu mengobati suasana hati.
Pun untuk terakhir kalinya, dia berikan senyuman itu dan tatapannya memancarkan auranya yang bersahaja.
Dan aku mengaguminya.
Biar kukenang sejenak masa itu karena mungkin esok tak lagi sama.
Biar kuulangi reka pertemuan dengannya hingga hari ini.
Biarkan ku tetiba tersenyum sendiri saat tak ada apapun terjadi. Abaikan saja, karena bisa jadi aku sedang mencoba menyimpan wajahnya dalam-dalam.
Tak ada yang salah. Tak ada yang tak benar. Di mataku semua tergambar indah..
Dan aku mengaguminya.

Jumat, 13 Desember 2013

Share: Tumblr: Kurniawan Gunadi

Please read it and keep smiling..
Subhanallah... MasyaAllah... :')
Click this link:
http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/66119848566/tulisan-dengan-siapa

Selasa, 10 Desember 2013

Jualan Wall Sticker

Numpang jualan temen yaa....

Bosen dengan tembok yang polos? Mau digambar menggunakan cat tapi mahal?
Wall sticker solusinya...!!!
Tidak hanya bisa ditempel di tembok, tapi jugabisa di lemari, di pintu, dan sebagainya.
Tidak merusak permukaan cat, antiminyak, antiair, aman buat anak-anak, dan yang pasti, aman buat kantong orang tua.Hehehe..
Wall sticker tersedia dalam ukuran kecil dan besar.

Untuk info dan pemesanan, silakan hubungicp: 085731227967

Mksi... Semoga bermanfaat... :)

Senin, 09 Desember 2013

I wish I can do... :|

Pertemuan itu diawali dengan perkenalan, sambil tersenyum kupersilakan mereka duduk. Lalu kutanya keluhannya, mendiagnosa, membuat perencanaan perawatan, dan akhirnya mulai merawat berusaha sesuai prosedur. Tahap demi tahap kulakukan sebaik mungkin, semampuku, dan kubuat laporannya. Di akhir perawatan, ketika semua tahap telah selesai, kutanyakan kembali keluhannya, perasaannya, dan sebagainya. Aku tak peduli asal-usul mereka, status mereka, atau apapun yang berhubungan dengan kasta. Dan ketika mereka mengatakan tak ada keluhan, kemudian memberikan senyuman dan berucap terima kasih setulus hati, Oh Tuhan, kusadari sesungguhnya keberhasilan dari semua pelayanan, perawatan yang kuberikan hanyalah mendapatkan senyuman itu. Senyuman itu. Setulusnya. Itu saja. I wish I can do it...

Sabtu, 07 Desember 2013

Lilin

Ada seorang sahabat bertanya, "Apa yang terlintas dibenakmu tentang lilin?". Lalu spontan aku menjawabnya, "Kehidupan". Dia pun bertanya alasanku. Aku berpikir sejenak. Entahlah, pikiran itu terlintas begitu saja. Tapi akan kupikirkan untuk memuaskan rasa ingin taunya. Hmm..., sebentar..

Lilin. Mungkin tak ada yang istimewa dari sebuah lilin. Dia hanya sebatang kecil yang habis dibakar habislah dirinya. Namun satu hal, dia tak menyerah untuk menerangi dunia dalam gelap meskipun remang-remang. Dia menerangi dunia dengan begitu indah. Meskipun hanya setitik cahaya, tapi lilin memberi penerangan, memberi kehidupan. Selain itu, dengan lilin, suasana bisa menjadi terasa manis, romantis, hangat, tenang, damai, dan sebagainya. Aku rasa begitu...