Jumat, 17 Juli 2015

Kata 3

Kenapa harus merasa sombong jika diri hanyalah seorang manusia yang tak pernah lepas dari salah dan khilaf?
Kenapa harus menyombongkan diri jika apa yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita?
Kenapa harus merendahkan orang lain jika nyatanya kita tak beda?
Kenapa harus meremehkan orang lain jika bahwasanya kita pun punya kelebihan dan kekurangan meski tak sama?

Dunia, manusia, tak pernah lepas dari ujian. Semua orang berlomba mencari kesejahteraan. Entah bagaimana caranya.
Dunia, manusia, sebenarnya sifatnya hanya sementara. Tuhan tak pernah melihat statusnya, pangkatnya, jabatannya. Lalu, kenapa harus menyombongkan diri?

Suksesnya seseorang tak patut dilihat sebelah mata. Setiap orang memiliki cerita suksesnya sendiri. Sukses tidak selalu tentang seberapa tinggi tingkat pendidikannya, seberapa banyak proyek yang dikerjakannya, seberapa tinggi pangkat dan jabatannya, dimana dia bersekolah, jurusan apa yang diambilnya, atau dimana tempat dia bekerja. Setiap orang memiliki cerita suksesnya sendiri. Jadi, biarkan mereka dengan cerita suksesnya masing-masing, tanpa perlu menghujat, mencela, meremehkan, atau memandang sebelah mata. Tak patut, karena kita tak tahu bagaimana prosesnya, perjalanannya, jatuh bangunnya menghadapi persoalannya. Jadi, biarkan saja setiap orang memiliki cerita suksesnya sendiri. Tak perlu dicampuri. Itu saja.

Jumat, 19 Juni 2015

Kisah Seorang Kawan, Sebuah Pencerahan

Ketika aku berada pada satu titik jenuh akan perjalanan ini, teringat pada kisah seorang kawan yang memilih untuk terus berjalan menatap masa depan yang menurutnya lebih nyaman dengan setelah ia menanggalkan keyakinannya. Mungkin baginya itu adalah salah satu jalan keluar terbaik, tapi akan berbeda sekali denganku. Aku tak tahu kelanjutan perjalananku jika aku melepas apa yang selama ini menjadi pegangan. Mungkin takkan lagi berarah, tak berkawan.

Memang, hidup dalam kesendirian itu tidak menyenangkan. Aku pun tak ingin selamanya merasa sepi. Namun sendirian itu sudah tak lagi menjadi masalah inti, bisa diwarnai dengan banyak tinta, terserah polanya sesukaku. Sepi itu berarti sendiri, tapi sendiri tak selalu sepi, karena aku masih miliki Dia. Itulah sebabnya, aku tak bisa melepaskan begitu saja. Pun itulah sebabnya aku bertanya-tanya, apa yang telah terjadi pada seorang kawanku itu. Aku berharap di suatu masa ia akan kembali menemukan cahaya-Nya. Mungkin tak banyak kebaikan yang bisa diinterpretasikan, meskipun sedikit usaha, tak berniat menyombongkan diri di hadapan-Nya, aku masih menjadi pemuja-Nya. Seburuk-buruk aku, tak ingin keyakinan itu tergadaikan oleh apapun. Cukup satu, cinta pada-Nya, meskipun tak sesempurna kasih-Nya padaku. Pun itulah sebabnya aku berharap seorang kawanku itu dapat merasakan hal yang sama. Alangkah lebih mudah perjalanan ini jika di setiap langkah ada yang mengarahkan, memberikan petunjuk, menjadi kawan saat sepi, menjadi kawan saat rindu, menjadi kawan di segala suasana. Cinta, selalu akan ada cinta tak terbatas dengan-Nya. Itulah sebabnya aku berharap seorang kawanku itu pun dapat meraih cinta yang sama, meskipun tak sesempurna cinta-Nya padanya.

Yah, akan selalu ada pelajaran hidup di setiap waktu, di setiap langkah, entah dari kawan, lawan, atau apapun yang takkan bisa tertebak. Yah, itulah hidup, itulah dunia kita. Hanya akan menjadi teka-teki dan biar esok tetap menjadi misteri.

Salam sejahtera untuk seorang kawanku itu. Semoga segera ada titik terang atas kegelisahannya. Sebuah pencerahan. Aaamiiin.

Sajak Rasa tak Biasa

Ada yang salah
Aku melihatnya berbeda
Bukan lagi sebagai seorang biasa
Melainkan seorang yang entah sejak kapan telah mencuri perhatian mata

Ada yang berbeda
Ada perasaan yang muncul entah sejak berapa lama
Parasnya biasa
Namun ada sesuatu yang seakan menarikku padanya
Atau mungkin kharismanya yang membuatku terpesona

Rasa yang tak seharusnya ada menjadikan hati dilema
Dilema ketika hendak bersua
Tak ingin menyapa tapi tak bisa
Kami selalu dalam lingkaran yang sama

Hampir penat aku memendam segala rasa yang takkan bisa tersampaikan
Hampir jenuh aku merasakan setiap getaran ketika mendengar tentangnya

| Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil | apabila kau muncul terus begini | tanpa pernah kita bisa bersama | pergilah, menghilang sajalah lagi |

Kamis, 04 Juni 2015

Lentera Jiwa

Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Segala titik kujelajahi
Tiada satu pun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu

Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku
Inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang selalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Rabu, 06 Mei 2015

Sajak Kehidupan #3

Dan pada akhirnya...

Sahabat satu per satu akan pergi, entah untuk cita-cita, cerita cinta, atau pun kemajuan diri.

Tapi satu hal yang pasti, sejauh apapun kalian pergi, kalian tetap harta terbaik yang selalu di hati dan tetap kunantikan hingga pulang kembali.

:')

By: TiJe

Senin, 27 April 2015

Ada Apa Dengan Cinta

Puisi: Tentang Seseorang

Kulari ke hutan, kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar
Aku ingin di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

Puisi: Ada Apa Dengan Cinta

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Atas dirinya digenangi air racun jingga
Adalah...
Wajahmu seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Percaya...
Sampai darah ke lutut pun aku tak percaya
Lalu...
Rumput tersabit
Sekali ini aku lihat karya Surga
Dari mata seorang hawa
Percaya...
Tak tahu...
Ada apa dengan cinta?
Dan aku akan kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja.

Puisi: Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap napas yang terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu
Haaah... di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu
Jiwa itu tandu
Maka duduk saja
Maka akan kita bawa... semua...
Karena kita adalah satu.

Lirik: Tentang Seseorang by: Anda 'Bunga'

Teruntukmu hatiku, inginku bersuara
Merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
Berjalan pada satu tanya selalu menggangguku
Seseorang itukah dirimu kasih?
Kepada yang tercinta, inginnya kumengeluh
Semua resah di diri, mencari jawab pasti
Akankah seseorang yang kuimpikan kan hadir?
Raut halus menyelimuti jantungku
Cinta, hanyalah cinta
Hidup dan mati untukmu
Mungkinkah semua tanya kau yang jawab?
Dan tentang seseorang itu pula dirimu
Kubersumpah akan mencinta.

Kamis, 02 April 2015

Biarkan Saja

Selalu ada mereka yang meremehkan, merendahkan, mengabaikan, bahkan menganggap kita tak ada. Biarkan saja. Pasti di suatu masa, akan ada saat dimana mereka membutuhkan, mencari, menyadari, bahwa kita adalah bagian penting dari keberhasilannya. Itu saja.