Ketika kau lelah berjalan, berhentilah sejenak, berpikir, dan cobalah untuk memulainya kembali
Kamis, 29 Oktober 2015
Kado ke-24
Jumat, 23 Oktober 2015
Sekedar Alasan
Kamis, 08 Oktober 2015
Jangan Mengeluh, Bersyukurlah
Ketika kau merasa bahwa apa yang kau miliki saat ini tak cukup untuk memenuhi hasratmu, lalu bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang untuk memenuhi kebutuhan hariannya saja harus memeras peluh sepanjang waktu, siang dan malam.
Ketika kau merasa tidak nyaman dengan makanan yang terhidang di hadapanmu, bagaimana bisa kau menolak bahkan membuangnya seakan itu sia-sia, sedangkan orang-orang di luar sana, untuk mendapatkan sesuap nasi saja harus membanting tulang sepanjang waktu, siang dan malam.
Ketika kau merasa bahwa belajar dan sekolah adalah hal yang membosankan, lalu bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga tamat SLTA saja harus berjuang keras mengumpulkan biaya.
Terkadang hal yang kita anggap sepele, sederhana, atau mungkin tampak terlalu mudah didapatkan bisa jadi sangat rumit dan sulit untuk orang lain.
Terkadang hal yang kita anggap murah, bisa jadi teramat mahal untuk orang lain.
Terkadang hal yang kita anggap biasa saja, bisa jadi menurut orang lain itu luar biasa.
Tak perlulah kita mengeluhkan apa yang dimiliki mereka-mereka yang diberi kelebihan dan tak pula menjadi alasan untuk merendahkan mereka-mereka yang lebih kurang beruntung daripada kita. Bukankah kita hanyalah manusia biasa? Kita tak miliki hak apapun untuk merasa lebih baik daripada orang lain. Di sisi Tuhan, manusia adalah sama, kecuali takwa.
Jangan mengeluh, bersyukurlah. Pandanglah diri kita sebagai golongan orang-orang yang beruntung. Tak perlu melihat orang lain, cukup perhatikan diri kita. Pantaskan diri kita di Hadapan-Nya, barulah kita bisa menilai apakah kita benar-benar lebih baik atau malah sebaliknya.
Jangan mengeluh, bersyukurlah.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Sabtu, 03 Oktober 2015
Warna Hidup
Semua tujuan selalu dimulai dari titik nol. Hanya saja, setiap orang memiliki motivasi dan caranya sendiri untuk mencapai tujuan itu.
Semua orang berhak atas keberhasilannya mencapai suatu tujuan. Pun, dengan jalan ceritanya yang berbeda. Baik segera maupun tertunda.
Tiap persinggahan ada ribuan kenangan | perjalanan ini tak akan pernah tergantikan|
Selasa, 08 September 2015
Titik Nol
Terkadang, untuk melihat suatu masalah, engkau tak selalu harus mendekatinya, karena bisa jadi ketika kau terlalu dekat dengannya, engkau tak bisa melihat apa pun selain gelap. Terkadang kau butuh sedikit menjauh untuk bisa melihatnya lebih jelas dan dengan mata dan hati yang lebih terang dan terbuka.
Sejauh apa pun perjalananmu untuk menemukan pencerahan, jika dia memang takdirmu, maka akan ada saja celah yang akan mengarahkanmu kembali padanya.
Seberapa pun usahamu hendak menjauh, bagaimana pun engkau mencoba menghindarinya, jika dia memang takdirmu, engkau akan kembali padanya.
Dan, betapa pun engkau ingin mengakhirkannya, jika dia memang takdirmu, engkau akan kembali pada titik semula. Titik nol.
"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS.2;216)
Jumat, 17 Juli 2015
Renungan Malam #1
Saat dunia telah terlelap, sementara aku masih terjaga sendiri, aku merenungkan sesuatu. Setiap orang memiliki cerita kehidupannya masing-masing. Terkadang kumelihat orang lain lebih beruntung daripada aku, namun kutahui bahwa itu menunjukkan bahwa aku menjadi kurang bersyukur. Di sisi berbeda, aku melihat ternyata perjalanan hidupku yang terlalui sebenarnya telah memberiku banyak pelajaran, tak melulu melihat sisi buruk dari sebuah perjalanan meskipun tak kupungkiri perasaan itu mungkin akan ada saja melekat dalam benak hingga akhir. Terkadang aku tersenyum sendiri memperhatikan setiap langkah kehidupanku, sungguh, Tuhan tak pernah menjadikan sesuatu itu sia-sia bagi siapa saja yang mau memikirkan.
Sajak Rasa yang Salah
Biarkanku mengagumimu dari jauh
Biarkanku melihatmu walaupun hanya bayanganmu
Karena tak sepantasnya bagiku menunjukkan secara nyata
Karena tak sewajarnya bagiku mengambil perhatianmu
Agar tak ada lagi rasa yang salah
Biarkan begini saja.