Minggu, 07 Februari 2016

Teman

Terima kasih sudah menjadi teman.
Terima kasih sudah memberi cinta dan kasih sayang.
Terima kasih sudah mengajarkan tentang ketulusan dan kesabaran.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita dan kenangan.
Terima kasih sudah mau mendengar curahan perasaan.
Terima kasih sudah mau menerimaku dengan sederhana.

Karena mungkin orang lain akan menganggap cerita ini tak wajar, namun kau berbeda, melihat kekurangan sebagai kelebihan.

Terima kasih sudah menjadi teman.


Selasa, 22 Desember 2015

Mama

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan serbabisa dengan segala keterbatasannya, mampu mengurus keluarganya dengan sangat baik, mengatur urusan rumah tangga dengan segala perhitungannya yang matang, dan melakukan banyak hal secara mandiri.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan tangguh nan bermental baja, melaksanakan multiperan tanpa mengabaikan prioritasnya, mampu menyelesaikan banyak hal dan berani mengambil risiko, serta kuat bertahan di tengah setiap persoalan hidup yang menerpanya.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan yang luar biasa sabar di tengah besar kecilnya ujian dalam setiap perjalanan hidupnya, menjadi perempuan yang tegar bagi suami dan anak-anaknya.

Aku ingin seperti Mama.

Aku sayang Mama karena Allah.

Selamat Hari Ibu, Mama... :)

Jumat, 04 Desember 2015

Taaruf #2

Sebagai calon istri, seorang perempuan itu hanya bisa menunggu,
menunggu calon suami terbaik pilihan Allah untuknya,
menunggu calon suaminya telah siap untuk menyandingnya kelak,
menunggu calon suaminya telah memantapkan hati memilihnya sebagai pendamping hidup,
menunggu calon suaminya berani menemui walinya untuk meminta ijin meminangnya.
Selama proses penantian itu, perempuan pun belajar memperbaiki diri untuk menjadi calon istri shalihah,
memantaskan diri dengan ilmu agama yang baik,
menyiapkan diri untuk mampu mengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya kelak.

Sebagai calon suami, seorang laki-laki itu harus gigih,
pandai memilih calon istri terbaik pilihan Allah untuknya,
gigih memperjuangkan calon istrinya di hadapan walinya,
gigih bekerja keras untuk menghidupi dan mengayomi istri dan anaknya kelak,
gigih memperbaiki diri untuk dapat memimpin dan membimbing keluarganya kelak di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberkati kalian (laki-laki dan perempuan) dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Aaamiiin.

Mati

Innalillahi wa innailaihi roji'un,
Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali.

Kematian,
Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan menemui kematian.
Bisa jadi, ketika kita akan memulai aktivitas pagi ini, berpamitan pada orang tua, suami/istri, menyapa hangat tetangga dan kerabat, lalu dalam perjalanan ke sekolah atau ke kantor, entah sebab-musababnya Allah memanggil kita dengan cara yang tidak disangka-sangka, seperti kecelakaan, jantung berhenti mendadak, dan sebagainya.

Pertanyaannya,
Telah siapkah kita dengan bekal amalan yang akan kita bawa untuk menghadap-Nya?
Sudah cukupkah amalan baik kita selama hidup di dunia untuk mencapai surga-Nya?

Ya Allah,
Semoga kami, yang masih Engkau beri nikmat hidup ini, bisa terus berlomba-lomba dalam kebaikan, mengumpulkan amalan baik sebagai bekal di akhirat kelak.
Semoga kami menemui saat kematian itu dalam keadaan khusnul khotimah dan di tempat yang Engkau ridhoi.
Aaamiiin.


Senin, 09 November 2015

Taaruf

Kelak saat dewasa, seorang anak pasti akan berpisah dengan orang tuanya. Entah orang tua yang meninggalkan anak atau anak yang meninggalkan orang tuanya. Kita tidak sedang membicarakan kematian. Setiap orang pasti akan mengalami mati. Ini soal masa depan.

Setelah menikah, seorang anak perempuan akan mengikuti suaminya. Pun, seorang anak laki-laki akan memiliki tanggung jawab baru sebagai pemimpin bagi istrinya. Keduanya harus mampu menahan masing-masing ego dan belajar bersikap dewasa dan lebih bijaksana.

Bismillah. Jika si fulan adalah yang terbaik, menjadi kebaikan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah memudahkan urusan ini. Pun, jika bukan yang terbaik dan menjadi keburukan di kehidupan saat ini dan mendatang, semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik dan Allah meridhoi. Aaamiiin.

Rabu, 04 November 2015

Kado ke-36

Ini hari yang spesial, bukan? Tidak terasa perjalanan ini sudah memasuki tahun ke-36. Sudah cukup matang. Sudah terlalu banyak cerita suka, duka, haru, biru, canda, tawa, tangis, bahagia, terlewati bersama. Usia 36 tahun adalah waktu yang cukup untuk bisa mengenal satu sama lain, memahami sifat baik dan buruk masing-masing. Semoga keluarga kita selalu sakinah, mawaddah, dan rahmah. Hidup rukun, bersahaja, dan sederhana. Selamat ulang tahun pernikahan. Aku mencintai kalian karena Allah. Amin.

Kamis, 29 Oktober 2015

Kado ke-24

Abah, tidak perlu menjadi sosok ayah yang sempurna. Pun Amah, tidak perlu menjadi sosok ibu yang sempurna. Aku tidak perlu hadiah mahal apapun. Aku hanya ingin, di usiaku saat ini, hidupku berkah, bermanfaat bagiku, bagi Abah dan Amah, bagi banyak orang, menjadi dewasa dan bijaksana. Hadiah yang kuinginkan adalah Abah dan Amah selalu sehat, selalu ada di sampingku, menguatkanku saat kujatuh, memberikan senyuman hangat di kala hujan. Aku mencintai kalian karena Allah. Semoga keluarga kita sakinah, mawaddah, dan rahmah. Amin. :)