Jumat, 29 April 2016

Kawan, Kau adalah Inspirasi!

Kita memulai perjalanan ini bersama.

Dulu kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya ini, tentang getirnya hidup, tentang sulitnya mencapai titik yang kita harapkan, berbagi cerita tentang kita dan mereka.

Dulu kita pernah sepakat untuk menyelesaikan ini bersama, hingga pada satu masa kutemukan titik jenuh yang membuat kita terpisah beberapa jarak.
Sementara kau terus melangkah maju dengan sisa harap yang kau punya.

Kini kau telah mencapai titik itu.
Kau telah berhasil menaklukan semua tantangan itu.
Kini kau telah menikmati hasil jerih payahmu selama ini.
Dan kini kau miliki babak baru dalam hidupmu.
Selamat atas pencapaianmu.
Kau adalah pemenang.

Dan aku, biarkanku menjadikanmu sebagai inspirasi.
Bagiku kau adalah motivasi.
Aku tahu kita akan menyelesaikannya, cepat atau lambat, jika kita pantang menyerah.
Kau telah menunjukkannya padaku.
Kau telah buktikan kata-kata itu.
Kini adalah masaku,
berjalan selangkah demi selangkah untuk menyusulmu,
mengikuti jalan kemenanganmu.

:')

Minggu, 17 April 2016

Sajak Kehidupan #4

Ada yang datang, ada juga yang pergi.
Setiap dari mereka menjadi motivasi untukku melangkah maju. 
Perjalanan mendaki terlampaui satu dua kaki, lalu terjerambab beberapa kaki di bawahnya. 
Kini satu per satu mereka telah pergi dan aku masih saja diam di titik yang sama (lagi). 
Mereka adalah penyemangat. 
Mereka adalah motivasi. 
Akan tetapi esok mungkin mereka sudah tak ada lagi. 
Lalu, dimana aku bisa menemukan pengganti?


Jumat, 04 Maret 2016

Pernikahan #2

Menikah itu tidak sekedar laki-laki dan perempuan dipertemukan, dipasangkan, lalu dinikahkan (keduanya). Tidak sesederhana itu. Menikah itu harus ada ilmunya. Seorang perempuan harus paham bagaimana mengurus suami dan rumahnya. Seorang lelaki harus paham bagaimana menjadi imam dan memimpin rumahnya. Akan tetapi, bukan berarti menjadikannya alasan tidak segera menikah loh.

Menikah itu sunnah Rasul. Menyegerakan itu lebih baik, namun tidak berarti tergesa-gesa. Jika telah mampu, maka menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah.

Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaik pilihan-Nya. Selama menunggu, selamat mengkaji ilmu sebanyak-banyaknya. Semoga Allah senantiasa memberi rahmat. Bersabarlah.

:)

Minggu, 07 Februari 2016

Teman

Terima kasih sudah menjadi teman.
Terima kasih sudah memberi cinta dan kasih sayang.
Terima kasih sudah mengajarkan tentang ketulusan dan kesabaran.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita dan kenangan.
Terima kasih sudah mau mendengar curahan perasaan.
Terima kasih sudah mau menerimaku dengan sederhana.

Karena mungkin orang lain akan menganggap cerita ini tak wajar, namun kau berbeda, melihat kekurangan sebagai kelebihan.

Terima kasih sudah menjadi teman.


Selasa, 22 Desember 2015

Mama

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan serbabisa dengan segala keterbatasannya, mampu mengurus keluarganya dengan sangat baik, mengatur urusan rumah tangga dengan segala perhitungannya yang matang, dan melakukan banyak hal secara mandiri.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan tangguh nan bermental baja, melaksanakan multiperan tanpa mengabaikan prioritasnya, mampu menyelesaikan banyak hal dan berani mengambil risiko, serta kuat bertahan di tengah setiap persoalan hidup yang menerpanya.

Aku ingin seperti Mama,
menjadi perempuan yang luar biasa sabar di tengah besar kecilnya ujian dalam setiap perjalanan hidupnya, menjadi perempuan yang tegar bagi suami dan anak-anaknya.

Aku ingin seperti Mama.

Aku sayang Mama karena Allah.

Selamat Hari Ibu, Mama... :)

Jumat, 04 Desember 2015

Taaruf #2

Sebagai calon istri, seorang perempuan itu hanya bisa menunggu,
menunggu calon suami terbaik pilihan Allah untuknya,
menunggu calon suaminya telah siap untuk menyandingnya kelak,
menunggu calon suaminya telah memantapkan hati memilihnya sebagai pendamping hidup,
menunggu calon suaminya berani menemui walinya untuk meminta ijin meminangnya.
Selama proses penantian itu, perempuan pun belajar memperbaiki diri untuk menjadi calon istri shalihah,
memantaskan diri dengan ilmu agama yang baik,
menyiapkan diri untuk mampu mengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya kelak.

Sebagai calon suami, seorang laki-laki itu harus gigih,
pandai memilih calon istri terbaik pilihan Allah untuknya,
gigih memperjuangkan calon istrinya di hadapan walinya,
gigih bekerja keras untuk menghidupi dan mengayomi istri dan anaknya kelak,
gigih memperbaiki diri untuk dapat memimpin dan membimbing keluarganya kelak di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberkati kalian (laki-laki dan perempuan) dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Aaamiiin.

Mati

Innalillahi wa innailaihi roji'un,
Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali.

Kematian,
Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan menemui kematian.
Bisa jadi, ketika kita akan memulai aktivitas pagi ini, berpamitan pada orang tua, suami/istri, menyapa hangat tetangga dan kerabat, lalu dalam perjalanan ke sekolah atau ke kantor, entah sebab-musababnya Allah memanggil kita dengan cara yang tidak disangka-sangka, seperti kecelakaan, jantung berhenti mendadak, dan sebagainya.

Pertanyaannya,
Telah siapkah kita dengan bekal amalan yang akan kita bawa untuk menghadap-Nya?
Sudah cukupkah amalan baik kita selama hidup di dunia untuk mencapai surga-Nya?

Ya Allah,
Semoga kami, yang masih Engkau beri nikmat hidup ini, bisa terus berlomba-lomba dalam kebaikan, mengumpulkan amalan baik sebagai bekal di akhirat kelak.
Semoga kami menemui saat kematian itu dalam keadaan khusnul khotimah dan di tempat yang Engkau ridhoi.
Aaamiiin.