Selasa, 07 Maret 2017

Adalah Aku

Aku adalah rumit.

Aku adalah perjalanan.

Hidup, tapi sekejap bisa mati.

Masa lalu.

Kelabu.

Aku adalah sendiri.

Aku tertahan di saat mereka mencoba berdiri.

Aku berhenti di saat mereka mencoba maju lagi.

Aku adalah masa depan.

Harapan.

Tujuan.

Aku memulai ketika mereka telah pergi.

Aku adalah aku.

Senin, 06 Maret 2017

Puisi: Dia

Wahai sang pemilik tulang rusuk
Dia yang belum tereja namanya
Dia yang berada di belahan bumi
Dia yang tertulis di Lauhul Mahfudz

Kutahu dia sedang berjuang
Bulatkan tekad, mantapkan niat
Entah saat ini telah dekat atau terbentang jarak
Entah telah mengenal atau bahkan mungkin tak mengenal sama sekali
Semuanya rahasia Ilahi

Dan waktu yang akan menjawab dan mempertemukan
Dia yang sedang kunanti di hari yang sakral dan bahagia
Pada waktu yang tepat nan indah
Saat semua tujuan menjadi satu dalam mencapai ridho Ilahi

By: #TJY

Senin, 27 Februari 2017

Kajian Islam: Belajar Ilmu Agama

By: Ust. Syafieq Riza Basalamah 
 
Keuntungan belajar agama; 1) Allah mudahkan kita menuju surga, 2) Allah limpahkan segala kebaikan.
 
Semesta pun senantiasa mendoakan orang-orang yang berbuat kebaikan.
 
Beberapa hal yang membantu kita untuk istiqomah; 1) Rutin baca Quran, 2) Menghadiri majelis ilmu, 3) Pelajari ilmu, 4) Perbanyak amalan dzikir, 5) Membaca perjalanan hidup Rasulullah dan meneladaninya, 6) Berkumpul dengan orang-orang shalih, 7) Ziarah kubur, mengingatkan kita tentang kematian, 8) Meminimalisir waktu yang sia-sia dan memperbanyak waktu untuk beramal shalih.
 
Memohon pertolongan pada Allah dengan sabar dan shalat.
 
Bagaimana cara menjaga hati? 1) Menjaga pandangan, 2) Menjaga pendengaran.
 
Ketika kita melakukan satu dosa, maka akan ada satu noktah dalam hati. Perbanyak istighfar, karena istighfar dapat menghapus noktah-noktah tersebut. 
 
Urusan dunia hanya jembatan. Ketika kita mati, semuanya akan ditinggalkan. Jadikan urusan akhirat sebagai ambisi. 

Wallohua'lam bisshowab.

Semoga bisa menjadi setitik cahaya yang mencerahkan. :)

#YukBerhijrah
#Hamasah 

Kamis, 23 Februari 2017

Tentang Hari Ini

Masa lalu yang buruk tidak mungkin bisa dilupakan, tapi hanya bisa diterima sebagai fakta yang telah menjadikan Anda pribadi yang lebih baik hari ini. 

Bukan masa lalu yang menentukan kebaikan masa depan Anda, tapi kebaikan yang Anda lakukan hari ini. 

Selama masih ada kesempatan untuk melakukan kebaikan, lakukanlah.
Karena, menunda kebaikan adalah membesarkan keburukan. 

Tandanya?
Kegelisahan. 

Kegelisahan adalah tanda bahwa keburukan sedang tumbuh menjadi lebih kuat daripada kebaikan di dalam diri kita. 

Jadi, apa yang akan Anda lakukan hari ini? 

~Mario Teguh

Minggu, 29 Januari 2017

Menanti dalam Taat

Taat itu berarti patuh. Patuh terhadap apa? Terhadap aturan Allah. Taat dalam hal apa? Taat dalam hal niat, yaitu niatnya benar. Taat dalam proses, yaitu caranya benar. 

Dalam memilih pasangan atau menanti jodoh atau hendak menikah, coba dipertimbangkan lagi soal:
-Niat atau motivasi menikah itu apa?
-Kriteria jodoh idaman yang seperti apa? 

Sebaik-baik kriteria adalah yang baik agamanya. 

Menentukan kriteria jodoh bukan karena ambisi. 

Ketika menentukan niat menikah, hati-hati terhadap lintasan pikiran. 

Perbaiki hubungan dengan Allah, jalin hubungan yang baik dengan Allah, baru ikhtiar. Ikhtiar itu tidak pernah berbanding lurus dengan hasil. Tanpa melibatkan Allah, ikhtiar 100% hanya bisa memberikan hasil 20% saja maksimal. 

Perbanyak istighfar. 

Perbaiki hubungan/menjaga hubungan baik dengan orang tua, buat mereka merasakan bahwa kita mencintai mereka, maka Allah akan bukakan rahmat-Nya untuk kita, sehingga semua yang kita mau bisa saja Allah berikan, termasuk soal jodoh. 

:)


Kamis, 26 Januari 2017

Catatan Hati Umma yang Jatuh Cinta

"Mbak, pernah jatuh cinta?"
"Saya pikir cinta itu berat. Daripada cinta, saya pernah..suka"
...
"Sudah ada rasa sama aku?"
...

Sebenarnya apa itu cinta?
Telah demikian tak terhingga maknanya.
Memaknainya pun demikian tak ada habisnya. 

Pertemuan perkenalan sebelum menikah, jawaban saya pernahnya suka karena memang cinta itu hanya untuk suami/istri kita.
Karena cinta memerlukan pengorbanan yang utuh menyeluruh.
Kalau masih tersisa yang sudah-sudah (baca: masa lalu), yang jelas itu bukan rasa yang ALLAH swt ridhai. 

Cemburu..
Ada cemburu yang disukai ALLAH,
Ialah cemburunya ALLAH saat kita masih punya rasa pada ciptaanNya bukan dalam ikatan halal.
Ialah cemburunya ALLAH saat kita tidak menaati tuntunanNya. 

Lalu, kepada siapakah kita bersandar?
Siapakah Sebaik-baik Penolong?
Manusia yang bahkan mengolah hatinya perlu proses?
Atau, ALLAH swt yang berkuasa membolak-balikkan hati?
Memangnya itu kuasa penuh kita sehingga bisa mencintai pasangan sah kita?
Kalau bukan kita bersandar hanya kepada ALLAH, lantas bagaimanakah keadaan hati kita?
Dampaknya, bagaimanakah keadaan rumah tangga kita? 

Cinta itu hanya untuk suami/istri kita.
Bukankah tidak ada yang lebih indah dari pernikahan?
Yang cintanya barokah karena ALLAH swt yang meridhai?
Yang cintanya dalam lindungan Illahi?


Inspired by R.S., umma yang sedang jatuh cinta 

Sabtu, 21 Januari 2017

Masa Lalu

Inginku memeluk erat masa lalu.
Masa lalu yang membawaku hingga ke titik saat ini.
Masa lalu yang mengarahkanku pada jalan cerita yang membuatku mendewasa.
Masa lalu yang mengajarkanku bahwa warna hidup tak sekedar soal hitam dan putih.
Masa lalu yang menunjukkan bahwa selalu ada perjuangan yang hebat atas sebuah tujuan hebat. 

Ijinkanku memeluk erat setiap kenangan.
Kenangan yang menghantarkan, menginspirasi, menjadikanku berharga.  

Biarkanku memeluk erat masa lalu.
Biar kusadari bahwa ia tak seburuk itu.
Biar kuingat bahwa ia pun berharga. 

Biarkanku berdamai dengan masa laluku. 

Aku telah belajar untuk mengikhlaskan, karena aku percaya bahwa apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi dalam hidup adalah ketetapan Tuhan yang menurut-Nya adalah yang terbaik. Dan aku percaya bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik dari apa yang aku bayangkan. Karena Tuhan lebih tahu sedangkan aku tidak tahu. Termasuk soal kamu.