Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2017

Masa Lalu

Inginku memeluk erat masa lalu.
Masa lalu yang membawaku hingga ke titik saat ini.
Masa lalu yang mengarahkanku pada jalan cerita yang membuatku mendewasa.
Masa lalu yang mengajarkanku bahwa warna hidup tak sekedar soal hitam dan putih.
Masa lalu yang menunjukkan bahwa selalu ada perjuangan yang hebat atas sebuah tujuan hebat. 

Ijinkanku memeluk erat setiap kenangan.
Kenangan yang menghantarkan, menginspirasi, menjadikanku berharga.  

Biarkanku memeluk erat masa lalu.
Biar kusadari bahwa ia tak seburuk itu.
Biar kuingat bahwa ia pun berharga. 

Biarkanku berdamai dengan masa laluku. 

Aku telah belajar untuk mengikhlaskan, karena aku percaya bahwa apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi dalam hidup adalah ketetapan Tuhan yang menurut-Nya adalah yang terbaik. Dan aku percaya bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik dari apa yang aku bayangkan. Karena Tuhan lebih tahu sedangkan aku tidak tahu. Termasuk soal kamu.  

Senin, 05 September 2016

Dia (2)

Bagiku, dia adalah seorang figur yang sangat bijaksana. Aku belajar tentang kejujuran dan keikhlasan darinya. Mengalah tak berarti kalah. Menang tak berarti harus yang paling tinggi nada suara dan penekanannya.

Dalam pandanganku, dia adalah sosok yang lembut, tapi juga tegas. Dia terkesan tak peduli, tapi sebenarnya sangat perhatian. Dia adalah pendengar yang baik. Dia rela berjam-jam mendengar celotehku hingga dia tertidur. Di akhir hayatnya pun aku masih sempat bercuap padanya. Dia tak mengeluh. Dia senang mendengarku bercerita, berteriak, dan meluapkan ekspresi. Dia senang melihat aku tersenyum.

Ada dan tiadanya, masih saja dia adalah laki-laki terbaik di hidupku. Meskipun aku tak tahu asal usulnya aku, dia tetaplah cinta pertamaku. Dia adalah papaku.

Selamat ulang tahun ke-76, Papa. Aku mencintaimu karena Allah. Aku bangga memiliki ayah sepertimu. Semoga aku bisa memenuhi harapan dan cita muliamu. Semoga Allah perkenankan kita berkumpul lagi di Taman Surga-Nya kelak. Aaamiiin.

:)

Untuk ayah tercinta | aku ingin bernyanyi | walau air mata di pipiku | Ayah dengarkanlah | aku ingin berjumpa | walau hanya dalam mimpi

(5 September 1940-4 April 2016)

Minggu, 07 Februari 2016

Teman

Terima kasih sudah menjadi teman.
Terima kasih sudah memberi cinta dan kasih sayang.
Terima kasih sudah mengajarkan tentang ketulusan dan kesabaran.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita dan kenangan.
Terima kasih sudah mau mendengar curahan perasaan.
Terima kasih sudah mau menerimaku dengan sederhana.

Karena mungkin orang lain akan menganggap cerita ini tak wajar, namun kau berbeda, melihat kekurangan sebagai kelebihan.

Terima kasih sudah menjadi teman.